KPU Kota Bengkulu Manfaatkan Festival Tabut 2026 untuk Edukasi Pemilih

oleh -8 Dilihat
oleh
KPU Kota Bengkulu lakukan sosialisasi pemilu di Festival Tabut 2026, membagikan brosur Rumah Pintar Pemilu dan edukasi langsung agar warga lebih sadar gunakan hak pilih.-Foto : s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Memanfaatkan momen Festival Tabut Provinsi Bengkulu 2026, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu menggelar sosialisasi kepemiluan yang dikemas secara atraktif di tengah keramaian festival, Minggu (21/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya lembaga penyelenggara pemilu untuk mendekatkan informasi politik kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.

Ketua KPU Kota Bengkulu, Rayendra Pirasat, S.H.I., bersama jajaran komisioner Irwansyah, S.Sos.I., M.Ag. dan Anggi Stephensen, M.Pd., turun langsung memberikan pemahaman kepada pengunjung festival. Mereka didampingi Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan SDM Nina Sry Ustina, S.IP., M.Si., serta staf teknis lainnya.

Dalam sesi interaktif tersebut, Rayendra menekankan bahwa Pemilu bukan sekadar ajang kontestasi politik, melainkan sarana utama pelaksanaan kedaulatan rakyat. “Setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci terwujudnya demokrasi yang berkualitas,” ujarnya di hadapan ratusan pengunjung yang antusias mengikuti kegiatan.

Irwansyah menambahkan, sosialisasi di ruang publik seperti Festival Tabut sangat strategis karena menjangkau beragam lapisan masyarakat, termasuk pemilih pemula dan kelompok yang selama ini kurang terpapar informasi kepemiluan. “Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa urusan pemilu hanya penting saat hari pencoblosan. Pemahaman tentang proses demokrasi harus dibangun sejak jauh-jauh hari,” jelasnya.

Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah pembagian brosur Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang dirancang sebagai media edukasi visual. Brosur tersebut berisi panduan praktis tentang tata cara pemungutan suara, pentingnya verifikasi data pemilih, serta peringatan dini terhadap praktik politik uang. Pengunjung yang sebagian besar berasal dari komunitas seni dan budaya tampak menyambut baik inisiatif ini.

Anggi Stephensen, M.Pd., menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dengan kegiatan budaya. “Festival Tabut adalah warisan leluhur yang menyatukan masyarakat. Kami ingin nilai-nilai demokrasi juga dirasakan sebagai bagian dari identitas kolektif, bukan sekadar kewajiban prosedural,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model sosialisasi kepemiluan yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Dengan menjaring pengunjung festival yang mencapai ribuan orang setiap harinya, KPU Kota Bengkulu optimistis dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kesadaran politik masyarakat. “Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tidak tahu tentang Pemilu. Informasi harus hadir di mana pun mereka berada,” pungkas Nina Sry Ustina.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.