KLIKINFOBERITA.COM, – Di tengah hiruk pikuk zaman modern, kepercayaan spiritual kuno masih berakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa. Salah satu keyakinan yang terus menarik perhatian adalah tentang khodam ular kobra makhluk gaib penjaga yang dipercaya hanya menyertai orang-orang dengan weton tertentu.
Menurut Primbon Jawa, dua weton yang disebut-sebut memiliki perlindungan dari khodam ular, khususnya ular kobra, adalah Minggu Pahing dan Selasa Legi. Meski sulit dijelaskan secara logika ilmiah, keyakinan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih diyakini membawa pengaruh kuat dalam kehidupan seseorang.
1. Weton Minggu Pahing: Sosok Pemimpin dengan Aura Mistis
Mereka yang lahir pada Minggu Pahing diyakini memiliki aura kepemimpinan alami. Sifatnya yang tegas dan fokus membuatnya sering dipercaya memegang kendali dalam berbagai situasi. Namun, di balik karisma dan kecerdasannya, banyak yang percaya ia disertai oleh energi gaib berupa khodam ular kobra, simbol perlindungan dan kekuatan batin.
Ciri-ciri Positif:
Visioner dan rasional dalam mengambil keputusan
Ulet, gigih, dan tidak mudah menyerah
Memiliki magnet kepemimpinan yang kuat
Sisi Negatif:
Terkesan angkuh atau keras kepala
Kurang fleksibel terhadap saran dari orang lain
Ular kobra dalam budaya Jawa tak hanya dikenal sebagai hewan berbisa, tapi juga simbol perlindungan, kewaspadaan, dan keberanian.
2. Weton Selasa Legi: Penuh Pesona, Namun Rawan Gejolak Emosi
Berbeda dengan Minggu Pahing yang dominan dan tegas, mereka yang lahir pada Selasa Legi dikenal lebih tenang, penuh wibawa, dan memiliki pesona alami yang memikat. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan emosi yang mudah meledak jika tidak dikendalikan.
Ciri-ciri Positif:
Berwibawa dan mudah memikat perhatian
Daya tarik sosial yang tinggi
Tampil menenangkan dan penuh empati
Sisi Negatif:
Cenderung temperamental
Mudah gelisah dan mengalami konflik batin
Khodam ular kobra dipercaya menjaga weton ini sebagai pelindung dari energi negatif, sekaligus memperkuat sisi magis dalam kepribadian mereka.
Antara Mitos dan Spiritualitas
Meski tak semua orang percaya, kehadiran khodam dalam budaya Jawa bukan sekadar mitos belaka. Ia menjadi bagian dari sistem kepercayaan spiritual yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat, terutama yang masih memegang erat ajaran Primbon Jawa.
Beberapa dukun atau spiritualis bahkan melakukan ritual khusus untuk “berkomunikasi” dengan khodam, atau memperkuat energi dari weton tertentu agar membawa keberuntungan dan perlindungan bagi pemiliknya.
Budaya Lokal yang Perlu Dilestarikan
Apapun keyakinannya, memahami weton dan khodam tak melulu soal mistis. Ia juga bagian dari kearifan lokal yang menyimpan nilai-nilai luhur: mengenali diri, menjaga keharmonisan hidup, serta memperkuat ikatan dengan alam dan leluhur.
“Primbon bukan sekadar ramalan, tapi panduan hidup berdasarkan harmoni antara manusia dan semesta,” ungkap seorang budayawan Jawa.
Percaya atau Tidak, Semua Kembali pada Niat dan Keyakinan
Di era digital ini, kepercayaan pada khodam mungkin terdengar kuno. Namun bagi banyak orang, khodam bukanlah mitos, melainkan bagian dari perlindungan spiritual yang menyertai perjalanan hidup. Apakah Anda salah satu yang dilahirkan dengan khodam ular kobra.










