KLIKINFOBERITA.COM,- Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengunjungi kediaman keluarga almarhum Muhammad Rifki Renaldi di Kabupaten Sumedang, Selasa (30/6), untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral setelah korban wafat saat mengikuti Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Dalam kunjungan yang berlangsung khidmat tersebut, Dudung mengatakan pemerintah merasa kehilangan atas meninggalnya salah satu peserta yang dipandang sebagai putra bangsa berpotensi. “Kami sangat berduka atas wafatnya almarhum. Kehadiran negara melalui kantor staf kepresidenan hari ini adalah untuk memberi dukungan moral kepada keluarga serta memastikan mereka mendapat bantuan yang diperlukan,” ujar Dudung kepada wartawan di lokasi.
Kepala Staf Kepresidenan menyerahkan bantuan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Menurut Dudung, langkah itu juga menunjukkan komitmen negara untuk hadir di saat duka dan memastikan hak-hak keluarga yang ditinggalkan terpenuhi.
Peristiwa meninggalnya Rifki terjadi saat peserta mengikuti rangkaian kegiatan SPPI, program yang dirancang untuk menyiapkan SDM dalam mendukung pembangunan daerah. Menanggapi insiden ini, Dudung menyatakan pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan tersebut.
“Kami akan meninjau kembali seluruh aspek pelatihan. Materi akan lebih difokuskan pada penguatan kompetensi manajerial dan pengelolaan koperasi, sekaligus mengurangi aktivitas fisik yang berisiko. Durasi pelatihan juga akan disesuaikan agar proses pembelajaran lebih efektif dan lebih aman bagi peserta,” kata Dudung.
Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pelaksanaan program prioritas presiden tanpa mengorbankan keselamatan peserta. Evaluasi akan mencakup peninjauan prosedur keselamatan, standar kesehatan peserta, serta mekanisme pengawasan kegiatan lapangan.
Sumber di lingkungan penyelenggara SPPI menyebutkan bahwa pihak panitia sudah mulai berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan tim pengelola pendidikan untuk segera menerapkan rekomendasi awal, termasuk penambahan pengawasan medis dan penyesuaian jadwal kegiatan fisik.
Kepala keluarga almarhum menyatakan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. “Kami menghargai perhatian pemerintah. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran agar program pelatihan ke depan lebih aman,” ujar pernyataan singkat dari perwakilan keluarga.
KSP menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah perbaikan dan berjanji terus memantau proses evaluasi agar penyelenggaraan program SPPI dapat berjalan lebih aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.







