KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana haru sekaligus hangat menyelimuti kediaman KH. Muhammad Syamlan di lingkungan PPIIT Rabbani Putri, Bentiring, Kota Bengkulu. Di tengah kesibukan rutin, rombongan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bengkulu mendatangi sang kiai yang dikenal sebagai tokoh pendidik dan pembina umat tersebut.
Namun, kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Cabang BSI Bengkulu, Prabowo Rahmat, itu ternyata bukan sekadar silaturahim biasa. Rombongan yang didampingi Novan, Vinta, dan Rossy datang dengan misi istimewa: menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun (milad) sekaligus memberikan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada KH. Muhammad Syamlan.
Momen ini terasa begitu istimewa, mengingat sang kiai beserta keluarga sejak dahulu tidak pernah menggelar perayaan ulang tahun. Dengan senyum khasnya, KH. Muhammad Syamlan pun berseloroh penuh syukur, “Alhamdulillah, untung tidak membawa lilin, sehingga tidak ada acara tiup lilin.” Candaan ringan itu justru mencairkan suasana dan menunjukkan kerendahan hati sang ulama.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhammad Syamlan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan doa yang dipanjatkan. Beliau mendoakan agar BSI semakin maju, sukses, dan senantiasa diberkahi Allah SWT dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Doa balik dari seorang kiai tentu menjadi berkah tersendiri bagi institusi perbankan syariah terbesar di Indonesia itu.
Sementara itu, Prabowo Rahmat mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah wujud penghormatan BSI kepada tokoh agama yang telah berkontribusi besar dalam membimbing umat. “Kami mendoakan agar KH. Muhammad Syamlan senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, dan terus diberi kekuatan untuk berdakwah serta menjadi guru bagi masyarakat, termasuk keluarga besar BSI,” ujarnya.
Silaturahim hangat ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan baik yang dibangun atas dasar ukhuwah, saling menghormati, dan saling mendoakan akan terus menghadirkan keberkahan bagi semua pihak. Di usianya yang bertambah, KH. Muhammad Syamlan tetap menjadi teladan dalam kesederhanaan dan ketulusan, sementara BSI menunjukkan bahwa perhatian kepada tokoh agama adalah bagian dari komitmen sosial mereka.
Kejutan tanpa lilin itu justru meninggalkan kesan yang tak terlupakan sebuah perayaan yang sederhana namun sarat makna.









