Kampung Keluarga Berkualitas Talang Berantai Menjadi Contoh Dapur Sehat Untuk Mengatasi Stunting Dengan Pangan Lokal

oleh -70 Dilihat
oleh
Kampung Keluarga Berkualitas Talang Berantai jadi contoh DASHAT: warga dilatih olah pangan lokal bergizi untuk cegah stunting. Wabup dan BKKBN dukung penuh.-Foto:Ary,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan dedikasinya dalam menurunkan angka stunting dengan mengadakan kegiatan Pelatihan dan Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas, Desa Talang Berantai, Kecamatan Ulok Kupai. Acara yang berlangsung pada tahun 2026 ini menjadi momen penting untuk mendidik masyarakat mengenai pemanfaatan pangan lokal yang bergizi sebagai solusi pencegahan gizi buruk pada anak-anak.

Wakil Bupati Bengkulu Utara, Haji Sumarno, S. Pd. , hadir langsung dan memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif desa dalam menjalankan program nasional di tingkat dasar. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pencegahan stunting perlu didasarkan pada kearifan lokal yang berkelanjutan, bukan bergantung pada bantuan pangan dari luar daerah.

“Kami sangat menghargai tindakan Desa Talang Berantai yang menjadikan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai pusat pendidikan. Penggunaan pangan lokal lebih dari sekadar alternatif, tetapi merupakan strategi jangka panjang untuk mencapai kemandirian gizi keluarga. Dengan DASHAT, kami ingin mengubah pandangan bahwa makanan sehat itu mahal, karena bahan-bahan bergizi sebenarnya banyak tersedia di sekitar kita,” ungkap Wabup Haji Sumarno. Dia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, BKKBN, dan masyarakat adalah kunci kesuksesan program ini.

Dr. H. Zamhir Setiawan, M. Epid. , Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menangani stunting. Ia menjelaskan bahwa dapur sehat tidak hanya berkaitan dengan memasak, tetapi juga dengan edukasi tentang perilaku hidup bersih, sehat, dan pola asuh yang baik. “DASHAT merupakan bentuk konkret dari intervensi yang spesifik dan sensitif. Ketika ibu-ibu di Talang Berantai bisa mengolah makanan lokal menjadi hidangan yang bergizi seimbang, maka kita bisa memutus rantai stunting sejak awal. Kami bangga melihat semangat warga yang ingin belajar dan beradaptasi,” kata dr. Zamhir.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas PPKB Nova Hendriani, SKM, MM. , Camat Ulok Kupai Kadino, S. Sos. , serta Kepala Desa Talang Berantai Muhammad Sapri, S. IP. Kehadiran Ketua TPK Talang Berantai, Narmi Yanti, S. Pd. , bersama anggotanya,Kepala puskesmas Tanjung Harapan kecamatan Ulok Kupai Harmen,S.Kep., SKM  menunjukkan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung sasaran prioritas. Selain itu, Eni Supryani dan Jhon Endar  PLKB Ulok Kupai juga berkontribusi aktif dalam kelancaran acara sebagai penyuluh lapangan.

Dalam kesempatan ini, juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Muhammad Sapri dan seluruh perangkat desa, Ketua TPK Narmi Yanti, serta para PLKB Ulok Kupai atas dedikasi mereka. Usaha mereka dalam mempersiapkan tempat, mengorganisir peserta, dan memastikan penyampaian materi yang baik menjadi dasar kesuksesan acara ini.

Dengan pelatihan DASHAT ini, masyarakat Talang Berantai tidak hanya memperoleh resep masakan, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam mengenai nilai gizi dari setiap bahan pangan lokal. Harapannya, Kampung Keluarga Berkualitas ini dapat menjadi contoh yang bisa ditiru oleh desa lain di Bengkulu Utara, sehingga target penurunan stunting nasional dapat tercapai dengan lebih cepat dan efektif.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.