Jambore Kader Posyandu 2026: Transformasi ke Posyandu 6 SPM Perkuat Layanan Desa di Bengkulu Tengah

oleh -46 Dilihat
oleh
Dr. Susilo Damarini Rahmat, Ketua TP PKK dan Pembina Posyandu, menyampaikan sosialisasi Posyandu 6 SPM, mendorong kader menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa/kelurahan.-Foto : Dedy,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Kesehatan menggelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Aula Riung Gunung Resto, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang diikuti 100 kader Posyandu dari seluruh kecamatan ini bertujuan memperkuat kapasitas, wawasan, dan motivasi kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Jambore Kader Posyandu 2026 di Riung Gunung Resto, Kamis (20/8). 100 kader mengikuti pembekalan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Acara dibuka secara resmi Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, Yusvera, S.ST. Dalam sambutannya Yusvera menegaskan pentingnya peran kader dalam mendukung capaian program kesehatan di lapangan. “Melalui Jambore Kader Posyandu ini, kami berharap keterampilan, wawasan, dan semangat kerja para kader meningkat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Tengah sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Dr. Susilo Damarini Rahmat, S.KM., M.PH. Hadir secara langsung, Dr. Susilo memberikan pembekalan tentang transformasi Posyandu menuju penerapan Posyandu 6 SPM sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024. Materi meliputi strategi pelayanan terpadu yang kini mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa/kelurahan.

“Kami mendorong Posyandu tidak lagi hanya fokus pada pelayanan ibu dan anak, melainkan menjadi pusat layanan terpadu yang menjawab kebutuhan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, perumahan, keamanan, dan aspek sosial masyarakat,” kata Dr. Susilo. Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi kunci agar transformasi ini berjalan efektif di lapangan.

Selain pemaparan materi, Jambore dilaksanakan dengan sesi praktik, diskusi kelompok, dan studi kasus yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis kader, seperti pencatatan dan pelaporan, pelaksanaan timbang bayi, penyuluhan gizi, serta cara mengadvokasi kebutuhan layanan di tingkat desa. Panitia juga menyediakan sesi penghargaan untuk kader berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Plh. Kadis Kesehatan menekankan bahwa pengembangan kapasitas kader harus bersifat berkelanjutan dan mendapat dukungan multisektoral. Ia mengajak pemerintah desa, puskesmas, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat koordinasi demi memastikan layanan Posyandu berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksanaan Jambore ini diharapkan membangun semangat kebersamaan antar-kader, mempererat jejaring kerja, serta meningkatkan komitmen untuk mewujudkan masyarakat Bengkulu Tengah yang sehat dan sejahtera. Dengan bekal pengetahuan baru dan keterampilan praktis, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam promotif dan preventif kesehatan di komunitas masing-masing.

Untuk tindak lanjut, Dinas Kesehatan berencana mengadakan pendampingan lapangan pasca-jambore agar implementasi materi berjalan konsisten dan hasilnya dapat dipantau secara periodik.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.