Ingin Ayam Ternak Cepat Bertelur Kembali, Ikuti Langkah-langkah Berikut Ini

oleh -549 Dilihat
oleh
Ayam petelur butuh perawatan maksimal : Produksi telur yang stabil bergantung pada pakan, lingkungan, dan kesehatan. Jangan biarkan penurunan produksi merugikan usaha Anda pantau kondisi ayam secara rutin../Ist

KLIKINFOBERITA.COM, -Beternak ayam petelur memang menjanjikan, terutama karena telur merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia. Namun, seperti halnya dalam bisnis apapun, ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah ketika ayam tidak bertelur.

Kehilangan produksi telur dari sejumlah ayam dalam jangka waktu yang signifikan dapat berdampak besar pada bisnis Anda. Terutama jika ayam tersebut masih dalam usia produktif. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Penyebab Ayam Tidak Produktif Memproduksi Telur :

1. Faktor Genetik

2. Sindrom Slow Growth

3. Faktor Infeksius & Non Infeksius

Cara Agar Ayam Cepat Bertelur Kembali

1. Memberikan Perawatan Berkualitas

2. Mengawasi Kondisi Kesehatan Ayam

3. Memperbaiki Asupan Nutrisi

4. Memilih Jenis Pakan Terbaik

5. Memberikan Suplemen Tambahan

Penyebab Ayam Tidak Produktif Memproduksi Telur

Normalnya, ayam petelur bisa memproduksi 85%-100& telur per hari, khususnya setelah ayam memasuki usia 16 minggu. Sementara itu, akhir masa produksi telur ayam adalah usia 72 – 80 minggu. Ayam yang telah mencapai batas masa reproduksi telur disebut afkir.

Akan tetapi, jika produksi telur ayam mengalami penurunan signifikan sebelum usia di atas, berarti ada sesuatu yang salah pada ayam tersebut. Dibawah ini adalah faktor penyebab ayam cepat afkir:

1. Faktor Genetik

Kegagalan ayam dalam memproduksi telur meskipun masih dalam usia produktif dapat disebabkan oleh faktor genetik yang kurang berkualitas.

Ayam dengan genetika yang kurang baik sering kali memiliki berat badan yang tidak ideal, kondisi kesehatan yang buruk, dan menghasilkan telur dengan kualitas atau kuantitas yang rendah.

Oleh karena itu, pemilihan bibit ayam yang berkualitas menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan produktivitas peternakan.

2. Sindrom Slow Growth

Istilah Sindrom Pertumbuhan Lambat merujuk pada masalah pertumbuhan yang sering terjadi pada ayam di peternakan. Gejalanya meliputi penampilan fisik ayam yang kurus dan cenderung lemah.

Selain itu, ayam yang mengalami Sindrom Pertumbuhan Lambat juga rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya yang rendah.

Penyebab Sindrom Pertumbuhan Lambat sangat bervariasi, mulai dari kesalahan dalam perawatan, infeksi penyakit, faktor genetik, hingga paparan virus, jamur, bakteri, dan protozoa. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perawatan khusus yang sesuai.

3. Faktor Infeksius & Non Infeksius

Berdasarkan penularannya, factor penyebab ayam berhenti bertelur dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu infeksius dan non infeksius. Berikut penjelasan lengkapnya:

Cara Agar Ayam Cepat Bertelur Kembali

Untuk mengembalikan produktivitas ayam dalam menghasilkan telur, Anda bisa menerapkan beberapa cara mudah dan praktis seperti di bawah ini:

1. Memberikan Perawatan Berkualitas

Penting untuk diingat bahwa kualitas pemeliharaan ayam sangat memengaruhi kesehatan mereka. Untuk menjaga ayam tetap sehat, penting untuk menjaga kebersihan kandang, memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi ayam, serta mengatur pencahayaan yang memadai di dalam kandang.

2. Mengawasi Kondisi Kesehatan Ayam

Saat produksi telur ayam mengalami penurunan, penting untuk memantau kondisi kesehatan induk ayam secara rutin. Perhatikan baik-baik kondisi fisik dan perilakunya. Pastikan area paruh, hidung, dan mata ayam bersih dari lendir dan kotoran.

3. Memperbaiki Asupan Nutrisi

Perlu diingat bahwa nutrisi dalam pakan memiliki dampak besar pada produktivitas ayam petelur. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis pakan yang diberikan pada ayam dan memastikan bahwa nutrisinya sesuai dengan kebutuhan.

Idealnya, pakan ayam petelur harus mengandung komposisi berikut:- Protein

– Lisin

– Metionin

– Kalsium

– Kadar Air

– Energi

– Kalsium

Ayam petelur memerlukan asupan protein dan energi yang tinggi untuk membantu dalam pembentukan telur. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan penurunan produktivitas ayam, mengingat nutrisi yang mencukupi sangat penting bagi kesehatan dan kinerja reproduksi ayam petelur.

4. Memilih Jenis Pakan Terbaik

Untuk memaksimalkan progress supaya ayam cepat bertelur, disarankan untuk memilih jenis pakan terbaik dengan kandungan nutrisi tinggi sesuai yang dibutuhkan induk ayam.

Di pasaran, Anda bisa dengan mudah aneka pilihan pakan ayam, seperti dedak, jagung giling, bungkil, tepung tulang, dan sebagainya. Namun, apakah, semua jenis pakan tersebut mengandung cukup nutrisi?

Untuk memudahkan pemilihan pakan, maka daftar pakan ayam beserta kandungan nutrisinya di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan:

Jenis Pakan Protein Kalsium Metionin Lisin Energi

Konsentrat 33% 11% 0,9% 0,4% 2.800 Kal

Dedak Padi 11% 0,06% 0,29% 0,51% 1.900 Kal

Jagung Giling 8.90% 0,01% 0,18% 0,16% 3.200 Kal

5. Memberikan Suplemen Tambahan

Untuk mendorong ayam betina agar cepat kembali bertelur, memberikan suplemen tambahan bisa menjadi solusi yang efektif. Saat ini, berbagai produk suplemen ayam tersedia baik secara daring maupun langsung di toko.

Ketika produksi telur ayam mengalami penurunan tajam, peternak ayam petelur mungkin merasa cemas. Namun, tidak perlu khawatir berlebihan. Terdapat beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi situasi tersebut.

Selain itu, untuk mencegah masalah ini terjadi, langkah awal yang bisa dilakukan adalah memilih bibit DOC ayam yang berkualitas.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.