IAD Integrasikan Ekonomi dan Konservasi demi Masa Depan Hutan

oleh -81 Dilihat
oleh
Sekda Bengkulu Utara H. Fitriyansyah memaparkan Rencana Aksi IAD berbasis Perhutanan Sosial di Diseminasi Dirjen Perhutanan Sosial, Jakarta mendorong kesejahteraan desa hutan melalui pengelolaan lestari.-Foto: Ary/klikinfoberita.com

Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar Diseminasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial di Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kegiatan itu menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, LSM, akademisi, dan pelaku perhutanan sosial.

Salah satu narasumber, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara H. Fitriyansyah, S.STP, MM, menjelaskan IAD sebagai pendekatan terpadu untuk mengatasi masalah ekonomi dan lingkungan di desa-desa hutan. Ia menegaskan IAD menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi sehingga membuka peluang mata pencaharian berkelanjutan tanpa mengorbankan fungsi hutan.

“Perhutanan sosial bukan hanya soal izin kelola hutan. Melalui IAD, kita integrasikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Tujuannya agar masyarakat punya mata pencaharian berkelanjutan tanpa merusak hutan,” kata Fitriyansyah.

Di hadapan peserta, Fitriyansyah memaparkan strategi Pemkab Bengkulu Utara dalam menerapkan IAD, antara lain penguatan kapasitas kelompok masyarakat, diversifikasi usaha melalui agroforestry dan hilirisasi produk, serta pembentukan akses pasar yang jelas. Ia menekankan pentingnya kelembagaan desa yang kuat dan mekanisme partisipatif dalam pengelolaan sumber daya alam.

Menurut panitia, diseminasi ini bertujuan mensinergikan rencana aksi daerah dengan kebijakan nasional, memperjelas mekanisme pembiayaan, dan menetapkan indikator keberhasilan program IAD. Sesi diskusi difokuskan pada studi kasus, model pembiayaan berkelanjutan, serta praktik terbaik untuk mengurangi alih fungsi lahan dan kerusakan hutan.

Peserta menyepakati perlunya monitoring dan evaluasi berbasis data untuk menilai dampak sosial-ekonomi serta kondisi ekologis pasca-implementasi. Beberapa daerah peserta menunjukkan minat untuk menjadikan rencana aksi IAD sebagai model replikasi.

Dengan langkah terpadu dari pemerintah pusat dan daerah, penyelenggara berharap IAD berbasis perhutanan sosial dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan sekaligus mempertahankan fungsi ekosistem strategis.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.