Hutama Karya Unjuk Inovasi Digital dan Riset Infrastruktur Berkelanjutan di KRTJ ke-16

oleh -75 Dilihat
oleh
Dorong transformasi digital infrastruktur! Hutama Karya menghadirkan TROMS, HKA Si Patrol berbasis AI, dan Mozy untuk memperkuat pemeliharaan jalan tol, mendeteksi kerusakan lebih dini, serta menghadirkan perjalanan yang semakin cerdas, aman, dan nyaman.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembangunan infrastruktur jalan yang tangguh, aman, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang diselenggarakan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 5–8 Oktober 2026.

Mengusung tema “Ketahanan Infrastruktur Jalan dan Jembatan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim” dengan subtema Asbuton, KRTJ ke-16 menjadi ajang strategis bagi pemerintah, akademisi, praktisi, badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, serta pelaku industri untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur jalan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan The 127th REAAA Governing Council Meeting dan Pameran Teknologi Jalan. Dalam penyelenggaraannya, forum tersebut menghadirkan berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di bidang jalan dan jembatan. Sebanyak 86 makalah tercantum dalam prosiding, mencakup beragam topik, mulai dari manajemen aset, konstruksi digital, rekayasa perkerasan, lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG), teknologi inspeksi, hingga ketahanan infrastruktur.

Dalam forum ilmiah tersebut, Hutama Karya bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), turut berkontribusi melalui pemaparan dua makalah penelitian yang menyoroti penerapan teknologi dan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan infrastruktur jalan.

Makalah pertama berjudul “Analisis Ketelitian Model 3D As-Built Jembatan Khusus Sei Wampu Berbasis Teknologi TLS di Ruas Tol Binjai–Pangkalan Brandan”. Penelitian ini menggabungkan teknologi Terrestrial Laser Scanning (TLS) dengan Building Information Modeling (BIM) untuk menghasilkan model tiga dimensi yang merepresentasikan kondisi aktual jembatan secara akurat.

Hasil evaluasi menunjukkan deviasi dimensi berkisar 5–10 milimeter, yang masih berada dalam batas toleransi penelitian. Model digital tersebut juga dilengkapi informasi teknis aset sehingga berpotensi mendukung dokumentasi yang lebih terstruktur, pelaksanaan inspeksi, serta perencanaan pemeliharaan berdasarkan data yang terukur.

Sementara itu, makalah kedua berjudul “Evaluasi Penerapan ESG pada Penyediaan Koridor Migrasi Gajah di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai sebagai Infrastruktur Transportasi Berkelanjutan”. Kajian ini mengevaluasi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance pada enam underpass yang disediakan sebagai jalur perlintasan gajah.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan aspek lingkungan dan tata kelola telah berjalan relatif lebih baik dibandingkan aspek sosial. Untuk meningkatkan efektivitas koridor satwa tersebut, penelitian merekomendasikan penguatan pelaporan, pelibatan masyarakat secara terstruktur, peningkatan kualitas drainase, serta penyediaan pakan yang lebih memadai bagi satwa.

Kedua penelitian ini memperlihatkan upaya Hutama Karya dalam mengembangkan pendekatan pengelolaan jalan tol yang tidak hanya mengedepankan keandalan teknis, tetapi juga memperhatikan efisiensi pengelolaan aset dan keberlanjutan lingkungan.

Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan. Kehadiran jajaran manajemen ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan infrastruktur nasional.

Hutama Karya menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi. Infrastruktur juga harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa operasionalnya.

“Bagi Hutama Karya, membangun infrastruktur juga berarti memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat. Melalui forum ini, kami berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus menghadirkan inovasi yang mendukung pengelolaan jalan serta layanan kepada pengguna,” ujar Iwan Hermawan.

Tidak hanya berkontribusi dalam forum akademik, Hutama Karya juga memperkenalkan berbagai inovasi operasional dan pemeliharaan jalan tol melalui stan pameran. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah Toll Road Operation and Maintenance System (TROMS), platform terintegrasi untuk mendukung pengelolaan transaksi gerbang tol, pengendalian lalu lintas, patroli, penanganan gangguan, serta pemeliharaan rutin dan nonrutin.

Melalui anak usahanya, PT Hakaaston (HKA), Hutama Karya juga memperkenalkan Live Asphalt Mixing Plant System (LAMPS). Teknologi ini dirancang untuk mendukung produktivitas sekaligus menjaga konsistensi mutu campuran aspal dalam pekerjaan jalan.

Inovasi berikutnya adalah HKA Si Patrol, sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu mendeteksi berbagai kerusakan dan kondisi permukaan jalan, seperti lubang, retakan, retak buaya, tambalan, alur, hingga marka jalan yang mulai memudar. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan membantu proses inspeksi menjadi lebih efektif dan mendukung penentuan prioritas pemeliharaan secara tepat.

HKA turut menampilkan Mahardihka Barrier atau MHK-MSB-6000, yakni pembatas median baja modular yang dapat dipindahkan tanpa memerlukan alat berat khusus. Dikembangkan dengan konsep From Highway to Runway, sistem ini dirancang untuk mendukung kebutuhan akses darurat, termasuk pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan pacu darurat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Selain inovasi operasional tersebut, stan Hutama Karya juga memperkenalkan Mozy, teman perjalanan digital yang dirancang untuk membantu pengguna jalan tol memperoleh informasi secara praktis. Aplikasi ini menyediakan informasi tarif tol, CCTV, rest area, SPBU, SPKLU, perencanaan rute, pengingat istirahat, tombol SOS, resi digital, hingga berbagai fasilitas di sekitar jalan tol.

Direktur Utama HKA, M. Rozi Rinjayadi, menjelaskan bahwa pengembangan inovasi tersebut berorientasi pada kebutuhan nyata dalam pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna.

“Integrasi data operasional, deteksi dini kerusakan, dan pengendalian mutu material membantu kami menjaga keandalan jalan serta menentukan penanganan secara lebih tepat,” ungkap Rozi.

Partisipasi Hutama Karya dalam KRTJ ke-16 menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kontribusi keilmuan, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan infrastruktur.

Melalui riset berbasis data, penerapan teknologi digital, dan pengembangan inovasi operasional, Hutama Karya terus berupaya menghadirkan jalan tol yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga adaptif terhadap tantangan perubahan iklim serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang berorientasi pada keselamatan, kualitas layanan, dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.