HIMAS 2026: Serawai Serahkan Usulan Hutan Adat 600 Ha

oleh -134 Dilihat
oleh
Warga adat Serawai menyerahkan dokumen usulan hutan adat 600 hektare kepada Pemkab Seluma saat peringatan HIMAS 2026, memperkuat pengakuan, perlindungan, dan pelestarian kearifan lokal.-Foto:Hery/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2026 dipusatkan di Komunitas Adat Serawai, Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang digagas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu ini menjadi momentum penguatan pengakuan, perlindungan, dan pelestarian adat serta budaya masyarakat adat di Kabupaten Seluma.

Acara dihadiri tokoh nasional dan daerah, antara lain Anggota DPD RI Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., Wakil Bupati Seluma Gustianto, anggota DPRD Kabupaten Seluma, Camat Seluma Selatan, serta para pemuka adat setempat. Kehadiran unsur pemerintahan dan lembaga adat menegaskan komitmen bersama dalam mengawal isu-isu masyarakat adat.

Dalam peringatan tersebut, masyarakat adat Serawai menyerahkan dokumen usulan pengakuan hutan adat seluas 600 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Seluma. Usulan ini bagian dari upaya memperoleh pengakuan resmi dan perlindungan atas wilayah adat yang selama ini dikelola dan dijaga turun-temurun oleh komunitas setempat.

Wakil Bupati Gustianto menyambut positif inisiatif masyarakat. Menurutnya, pengakuan terhadap masyarakat adat dan kearifan lokal penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Pemerintah Kabupaten Seluma menyambut baik usulan ini. Kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keberadaan masyarakat adat dan wilayah adat dapat terlindungi,” kata Gustianto.

AMAN Bengkulu menilai momentum HIMAS 2026 penting untuk memperkuat kapabilitas masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Organisasi ini mendorong percepatan proses administrasi pengakuan hutan adat dan peningkatan kapasitas pengelolaan oleh komunitas lokal.

Peringatan HIMAS di Serawai juga diisi dengan diskusi budaya, tampilan seni tradisional, serta pertemuan antar pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut diharapkan mempererat jejaring, memperkuat solidaritas, dan mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga nilai, adat, dan lingkungan hidup Kabupaten Seluma.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.