Harga Emas Berpeluang Menguat, Penurunan Yield Treasury Jadi Katalis

oleh -21 Dilihat
oleh
Harga emas menguat di tengah prospek turunnya yield Treasury; investor waspadai resistance US$4.686–4.700 dan perkembangan geopolitik yang memengaruhi permintaan safe haven.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek, didorong oleh sinyal teknikal bullish dan prospek penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) yang menekan opportunity cost memegang logam mulia.

Berdasarkan data Trading Economics, Rabu (26/8/2026) pukul 12.21 WIB, harga emas berada pada kisaran US$ 4.642 per ons troi, turun 0,34% secara harian namun tetap menguat 2,27% selama sepekan terakhir. Pergerakan mingguan ini menunjukkan adanya minat beli yang kembali muncul setelah tekanan jual jangka pendek.

Analisis Dupoin Futures menyoroti sinyal teknikal pada kerangka waktu H1. Analis Geraldo Kofit mencatat terjadinya rejection di zona support US$ 4.637–4.616, diikuti pembentukan pola Bullish Engulfing yang mengindikasikan dominasi pembeli. “Kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa seller mulai kehilangan momentum dan buyer kembali berusaha membawa harga ke level yang lebih tinggi,” ujar Geraldo, Rabu.

Dengan pola teknikal tersebut, emas berpeluang menguji resistance di area US$ 4.686–4.700 per ons troi. Menurut Geraldo, level ini krusial untuk menentukan apakah penguatan memiliki kekuatan lanjutan atau akan menghadapi aksi ambil untung yang memicu koreksi. Ia memperingatkan pelaku pasar agar mewaspadai kemungkinan koreksi saat harga mendekati resistance karena sebagian trader cenderung merealisasi keuntungan.

Dari sisi fundamental, prospek emas masih mendapat dukungan. Salah satu faktor yang diperhatikan adalah penurunan harga minyak yang berpotensi meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi ini dapat memicu penurunan imbal hasil obligasi AS, sehingga mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Geraldo menjelaskan, “Penurunan yield menjadi faktor penting bagi emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika yield obligasi turun, opportunity cost dalam memegang emas ikut berkurang.”

Namun, ada pula faktor yang bisa membatasi kenaikan emas. Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta potensi normalisasi aktivitas di Selat Hormuz, dapat menurunkan permintaan terhadap aset safe haven. Baru-baru ini harga minyak sempat turun setelah ada laporan pembicaraan antara Iran dan Oman terkait pembukaan kembali jalur strategis tersebut.

Investor dan pedagang direkomendasikan mengamati reaksi harga di zona US$ 4.686–4.700 serta perkembangan geopolitik dan data imbal hasil obligasi AS untuk menilai kelanjutan tren harga emas.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.