KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan. Pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, pergerakan harga emas menjadi perhatian investor, terutama karena selisih antara harga jual emas dan harga beli kembali atau buyback masih cukup besar.
Mengacu pada harga perdagangan sebelumnya, Senin (5/10/2026), harga emas Antam di Logam Mulia tercatat Rp2.580.000 per gram. Harga tersebut naik Rp6.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.574.000 per gram.
Kenaikan harga emas turut diikuti peningkatan harga buyback. Harga beli kembali emas Antam naik Rp6.000 per gram, dari Rp2.380.000 menjadi Rp2.386.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih atau spread sebesar Rp194.000 per gram antara harga emas Antam dan harga buyback. Angka tersebut penting diperhatikan masyarakat sebelum memutuskan membeli emas sebagai instrumen investasi.
Artinya, jika investor membeli satu gram emas Antam dengan harga Rp2.580.000, kemudian langsung menjualnya kembali melalui layanan buyback Logam Mulia, emas tersebut dihargai Rp2.386.000 per gram.
Dengan kondisi tersebut, investor secara langsung menghadapi selisih harga Rp194.000 per gram. Perbedaan ini belum memperhitungkan biaya lain yang mungkin muncul dalam transaksi.
Harga jual dan harga buyback merupakan dua komponen yang berbeda. Harga emas merupakan nilai yang harus dibayarkan ketika investor membeli emas batangan dari Logam Mulia. Sementara harga buyback merupakan harga yang diberikan ketika investor menjual kembali emasnya kepada Logam Mulia.
Karena itu, investor perlu memahami spread sebelum menghitung potensi keuntungan. Kenaikan harga emas belum tentu langsung menghasilkan keuntungan apabila kenaikannya belum mampu menutup selisih antara harga pembelian dan harga buyback.
Kondisi tersebut membuat emas batangan lebih ideal dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang. Investor membutuhkan kenaikan harga yang cukup besar agar nilai buyback berada di atas harga ketika emas pertama kali dibeli.
Sebagai gambaran, pembelian emas pada 28 September 2026 di harga Rp2.597.000 per gram masih menghasilkan potensi kerugian sekitar 8,12 persen jika menggunakan harga buyback Rp2.386.000 per gram. Pembelian pada 5 September 2026 di Rp2.640.000 mencatat potensi rugi 9,62 persen.
Sementara pembelian pada 5 Juli 2026 di Rp2.670.000 berpotensi rugi 10,64 persen. Untuk pembelian 5 April 2026 di Rp2.857.000, potensi kerugiannya mencapai 16,49 persen.
Sebaliknya, investor yang membeli emas pada 5 Oktober 2025 di harga Rp2.239.000 per gram berpotensi memperoleh keuntungan 6,57 persen. Pembelian pada 5 Juli 2025 di Rp1.908.000 berpotensi untung 25,05 persen, sedangkan pembelian pada 5 April 2025 di Rp1.781.000 berpotensi memberikan keuntungan 33,97 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan pentingnya horizon investasi dalam emas. Investor tidak hanya perlu melihat kenaikan harga emas, tetapi juga menghitung spread, harga beli, harga buyback, serta waktu kepemilikan.
Dengan harga emas Antam yang kembali bergerak naik, investor disarankan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Memahami selisih harga jual dan buyback menjadi langkah penting agar strategi investasi emas dapat dilakukan secara lebih terukur.








