Harga Emas Antam (5/10) Turun, Cek Selisihnya dengan Harga Buyback.

oleh -21 Dilihat
oleh
Harga emas Antam Senin (5/10) stagnan di Rp2.574.000 per gram, buyback Rp2.380.000. Spread Rp194.000 mengharuskan investasi jangka panjang. Investor 2025 untung hingga 54%, pembeli 2026 masih rugi.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan Senin (5/10/2026) tercatat stagnan di posisi Rp2.574.000 per gram. Meski demikian, jika merujuk pada tren penurunan dari puncak tertinggi tahun ini, aset logam mulia ini memang sedang mengalami koreksi harga yang cukup signifikan.

Sementara itu, harga beli kembali atau buyback juga bertahan di angka Rp2.380.000 per gram. Berdasarkan kalkulasi, tercipta selisih atau spread sebesar Rp194.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali.

Pemahaman mengenai dua harga ini sangat vital bagi siapa saja yang serius ingin berinvestasi. Harga Rp2.574.000 adalah tarif resmi yang wajib dibayar konsumen saat membeli emas fisik di gerai Logam Mulia. Sebaliknya, harga buyback Rp2.380.000 adalah nilai tunai yang diterima investor saat menjual kembali emasnya kepada Antam. Jika Anda membeli emas pagi ini, lalu menjualnya sore hari karena butuh uang mendesak, Anda langsung menanggung kerugian akibat selisih spread yang tebal.

Oleh karena itu, emas batangan sejatinya bukan instrumen spekulasi untuk investasi jangka pendek. Spread yang tebal mengharuskan investor menahan asetnya dalam jangka panjang agar tidak rugi. Kenaikan harga emas di masa depan harus mampu menutupi selisih buyback sekaligus menghasilkan profit bersih.

Data historis pasar menunjukkan fluktuasi yang cukup ekstrem sepanjang tahun berjalan ini. Misalnya, investor yang membeli pada 4 April 2026 seharga Rp2.857.000 per gram, saat ini masih menanggung kerugian sekitar 16,70 persen. Bahkan, pembelian pada 4 Juli 2026 di harga Rp2.670.000 juga masih merugi 10,86 persen. Begitu pula pembelian pada 27 September 2026 di harga Rp2.613.000 yang masih minus 8,92 persen.

Namun, bagi investor yang sabar menahan aset sejak 4 Januari 2025 di harga Rp1.539.000, mereka kini telah mengantongi keuntungan fantastis sebesar 54,65 persen. Begitu pula pembeli pada 4 April 2025 di harga Rp1.819.000 yang sudah cuan 30,84 persen. Pembeli pada 4 Juli 2025 di harga Rp1.907.000 juga sudah menikmati profit 24,80 persen. Bahkan, pembelian pada 4 Oktober 2025 di harga Rp2.239.000 masih tercatat untung 6,30 persen.

Sebagai kesimpulan, strategi menahan aset jangka panjang tetap menjadi kunci utama kesuksesan investasi emas. Mengabaikan perhitungan spread hanya akan membuat investor salah langkah dalam memproyeksikan potensi keuntungan maupun kerugian. Anda harus selalu mencermati selisih harga ini sebelum memutuskan untuk mencairkan aset logam mulia kesayangan Anda di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami penyesuaian harga saat ini juga. Hal ini penting agar portofolio keuangan Anda tetap aman dan terhindar dari risiko kerugian yang tidak perlu di masa depan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.