KLIKINFOBERITA.COM,-Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., menerima audiensi dari Pesantren Yatim Dhuafa pada Senin (2/3/2026). Pertemuan hangat ini berlangsung di Pendopo Kantor Bupati, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Plt. Kepala Kesbangpol, Plt. Kepala BPBD, serta Kabag Umum Setda Kabupaten Bengkulu Tengah.
Dipimpin Ustadz Noviar, rombongan pesantren menyampaikan silaturahmi sekaligus permohonan dukungan untuk program sosial dan pendidikannya. Pesantren yang fokus membina anak yatim piatu dan dhuafa ini berharap Pemerintah Daerah (Pemda) turut berkontribusi dalam pengembangan fasilitas belajar, beasiswa, dan kegiatan kepedulian sosial.
Bupati Rachmat Riyanto menyambut positif aspirasi tersebut. Ia menegaskan komitmen kuat Pemkab Bengkulu Tengah untuk mendukung lembaga pendidikan dan sosial yang peduli generasi muda. “Pemerintah daerah siap all-out mendukung pesantren dan lembaga sosial seperti ini. Mereka bukan hanya tempat mengaji, tapi benteng pembentuk karakter anak yatim dan dhuafa agar tak putus asa di tengah tantangan hidup,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati berjanji memfasilitasi kerja sama sesuai kemampuan daerah dan regulasi yang berlaku. Dukungan potensial mencakup bantuan operasional, pelatihan guru, hingga program pemberdayaan ekonomi untuk santri. “Semoga kolaborasi ini melahirkan generasi unggul yang mandiri dan berakhlak mulia. Bengkulu Tengah butuh lebih banyak inisiatif seperti Pesantren Yatim Dhuafa untuk wujudkan masyarakat sejahtera,” tambahnya.
Audiensi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Pesantren Yatim Dhuafa, yang telah menampung puluhan anak kurang mampu, kian optimis dengan respons positif bupati. Ustadz Noviar mengucapkan terima kasih atas perhatiannya, berharap dukungan segera terealisasi untuk ekspansi program.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Bengkulu Tengah membangun SDM berkualitas melalui pendidikan inklusif. Di tengah isu pendidikan anak putus sekolah yang masih mengemuka, inisiatif seperti ini patut diapresiasi dan dikembangkan lebih luas.









