Gubernur Helmi Hasan di Malam Renungan Suci: Hargai Jasa Pahlawan dengan Karya Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

oleh -93 Dilihat
oleh
Di detik proklamasi, Helmi pimpin tabur bunga. Pesannya jelas: perjuangan kini melawan kemiskinan dan kebodohan hormati pahlawan lewat tindakan nyata setiap hari.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Balai Buntar, Kota Bengkulu, pada Minggu dini hari (16/8/2026). Di tengah heningnya malam menjelang detik-detik proklamasi ke-81, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian memimpin langsung Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Kegiatan tahunan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momen sakral untuk menarik napas sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan modern, guna merenungi betapa besarnya harga yang dibayar oleh para pendahulu untuk kemerdekaan yang kini kita nikmati.

Mengenakan pakaian dinas upacara yang rapi, Gubernur Helmi Hasan dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa penghormatan tertinggi kepada para pahlawan tidak cukup hanya dengan taburan bunga di pusara atau tembakan hormat ke angkasa. Lebih dari itu, nilai juang mereka harus diterjemahkan dalam aksi nyata sehari-hari.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Namun, kehormatan sejati terletak pada bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini,” ujar Helmi dengan suara lantang namun bergetar di tengah dinginnya malam.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Provinsi Bengkulu itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan visi dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Menurutnya, medan perang saat ini telah bergeser dari pertempuran fisik melawan penjajah, menjadi pertempuran melawan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

“Perjuangan hari ini adalah kontribusi kita di bidang pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, inovasi di bidang ekonomi untuk kemandirian daerah, serta semangat gotong royong dalam pembangunan infrastruktur. Inilah wujud cita-cita kemerdekaan yang harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Di hadapan jajaran Forkopimda yang hadir, termasuk Ketua DPRD Sumardi, Kajati Anton Delianto, Danlanal Letkol Laut Brama Setya, dan Danrem 041/Garuda Emas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, ia menekankan bahwa ancaman disintegrasi adalah musuh terbesar bangsa saat ini.

“Semangat kemerdekaan yang diwariskan adalah semangat persatuan. TNI, Polri, dan masyarakat harus bersinergi bagaikan rantai yang tak terputus, memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan terus melaju di kancah global,” pesan Yudhi dengan tegas.

Apel yang dihadiri oleh anggota TNI/Polri, Satpol PP, Damkar, serta perwakilan masyarakat ini berlangsung dengan khidmat. Prosesi tabur bunga dan doa dipanjatkan untuk arwah para syuhada, mengirimkan rasa hormat terdalam sekaligus menguatkan tekad bahwa api perjuangan 81 tahun lalu tidak akan pernah padam di bumi Rafflesia ini.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.