KLIKINFOBERITA.COM,- Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perubahan pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) telah mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk anggota dewan daerah. Tindakan ini dianggap sebagai bukti nyata dari keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas serta kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan inisiatif strategis nasional untuk mendukung kebutuhan hidup jutaan pelajar di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua II DPRD Bengkulu Tengah yang juga Ketua DPC Gerindra setempat, Romli, S. P. , mengungkapkan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Romli menilai bahwa peralihan kepemimpinan dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang bukanlah sekadar perubahan administrasi, melainkan menunjukkan ketegasan pemerintah dalam mengantisipasi setiap kesalahan dalam program yang sangat penting ini, khususnya yang berkaitan dengan gizi bagi generasi muda.
“Kami di daerah secara penuh mendukung ketegasan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Pergantian pemimpin ini mencerminkan komitmen beliau yang responsif dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Romli dalam keterangannya pada Rabu (3/6/2026).
Romli juga menekankan bahwa perubahan kepemimpinan di tangan Nanik S. Deyang diharapkan dapat memberikan perbaikan sistemik. Diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah, memenuhi standar kebersihan dan nutrisi yang ketat. Ia berharap, dengan pengelolaan yang lebih disiplin, manfaat dari program ini dapat dirasakan secara merata oleh semua pelajar, terutama di daerah-daerah yang terpencil.
Meskipun mendukung perubahan tersebut, Romli juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada pendahulu Dadan Hindayana. Menurutnya, Dadan telah berkontribusi besar dalam menginisiasi berdirinya BGN. “Kita juga perlu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang te tinggi kepada Bapak Dadan Hindayana atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun fondasi Badan Gizi Nasional,” tambah Romli.
Perubahan ini diumumkan secara resmi oleh Istana Kepresidenan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan perbaikan. Tujuan utama kepemimpinan baru adalah memperkuat disiplin dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan lembaga. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan kepemimpinan yang adaptif, pemerintah yakin bahwa Program MBG akan terus tumbuh menjadi model perlindungan sosial yang berkelanjutan serta menjawab persoalan stunting dan kesehatan anak-anak di masa depan. Langkah Prabowo ini menunjukkan bahwa akuntabilitas publik tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan strategis negara.









