Dudung Abdurachman Jadi Penguji Tamu, Puji Disertasi soal Tata Kelola Perberasan

oleh -40 Dilihat
oleh
Tri Wahyudi Saleh (tengah) menerima selamat usai mempertahankan disertasi mengenai integrasi kebijakan perberasan, disaksikan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman dan tim penguji di Unsri, Palembang.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Promovendus Tri Wahyudi Saleh, Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sriwijaya, Rabu (26/8). Disertasi berjudul “Integrasi Kebijakan Perberasan Hulu ke Hilir Guna Menyusun Rekomendasi Kebijakan Perberasan Terpadu di Indonesia” mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan praktisi.

Sidang yang digelar di kampus Universitas Sriwijaya tersebut menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, SE., MM., MH., sebagai penguji tamu. Hadirnya Dudung menambah bobot akademik dan kebijakan dalam proses pengujian disertasi yang membahas isu strategis ketahanan pangan nasional.

Dalam sesi pengujian, Jenderal Dudung menyampaikan pujian atas ketajaman analisis dan relevansi rekomendasi kebijakan yang ditawarkan Tri Wahyudi. “Penelitian ini penting karena menyajikan blueprint integrasi kebijakan perberasan dari hulu ke hilir yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Rekomendasi yang berbasis bukti seperti ini sangat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tri Wahyudi dalam paparannya menjelaskan bahwa disertasinya mengkaji sejumlah tantangan struktural pada rantai pasok beras, termasuk koordinasi antarlembaga, kebijakan harga, serta infrastruktur pengolahan dan distribusi. Ia menekankan perlunya sinergi kebijakan yang komprehensif untuk mengurangi kehilangan pascapanen, meningkatkan produktivitas lahan, dan memastikan stabilitas harga bagi petani dan konsumen.

“Mengintegrasikan kebijakan hulu ke hilir bukan sekadar penyusunan regulasi, tetapi juga pembangunan kapasitas, penguatan kelembagaan, dan investasi infrastruktur yang tepat sasaran. Model kebijakan terpadu yang saya ajukan bertujuan menciptakan sistem perberasan yang adil, efisien, dan tahan terhadap gangguan pasokan,” kata Tri Wahyudi.

Rekomendasi utama disertasi mencakup pembentukan mekanisme koordinasi nasional antarlembaga, reformulasi insentif bagi petani, dan pengembangan pusat pemrosesan beras regional untuk menurunkan biaya logistik. Para penguji memberikan masukan teknis dan strategis sebelum akhirnya menyatakan bahwa Tri Wahyudi layak memperoleh gelar doktor.

Acara diakhiri dengan ucapan selamat dari civitas akademika dan tamu undangan. Jenderal Dudung berharap hasil penelitian tersebut dapat diadopsi sebagai dasar kebijakan publik. “Semoga ilmu dan gagasan yang dipaparkan dapat segera diterjemahkan ke dalam praktik kebijakan untuk kemajuan pertanian Indonesia,” tutupnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.