DLH Benteng Genjot Program Adiwiyata di MTS Al Hasanah, Wujudkan Sekolah Peduli Lingkungan Berkelanjutan

oleh -21 Dilihat
oleh
Kepala DLH Bengkulu Tengah, Faisal Eriza, saat memimpin sosialisasi Program Adiwiyata di MTS Al Hasanah, Pondok Kelapa, Selasa. Ia mendorong terciptanya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara berkelanjutan.-Foto : red,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Tengah secara resmi menyasar Madrasah Tsanawiyah Al Hasanah, yang beralamat di Desa Talang Pauh, Kecamatan Pondok Kelapa, sebagai lokasi utama pelaksanaan sosialisasi Program Adiwiyata. Kegiatan yang sangat strategis ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata. Peraturan baru ini secara resmi mencabut dan menggantikan peraturan lama terkait gerakan peduli lingkungan di sekolah.

Kepala DLH Bengkulu Tengah, Faisal Eriza, menjelaskan bahwa pemilihan Ponpes Al Hasan sebagai tuan rumah tidak lepas dari usulan partisipasi aktif pihak sekolah yang telah diteruskan melalui surat resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sosialisasi di Ponpes Al Hasan ini merupakan tindak lanjut langsung dari surat Kementerian. Kami memberikan pemahaman komprehensif mengenai pelaksanaan Adiwiyata, persiapan yang dibutuhkan, serta pembaruan regulasi melalui Permen terbaru, ujar Faisal di sela kegiatan.

Mengusung tema Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah, program ini dirancang untuk mendorong terciptanya pengetahuan serta kesadaran kolektif warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Faisal menegaskan bahwa sekolah Adiwiyata adalah wadah ideal untuk menanamkan norma dan etika lingkungan demi mewujudkan kesejahteraan hidup dan cita cita pembangunan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting agar generasi muda memiliki karakter yang cinta terhadap alam sekitar, tambahnya.

Salah satu ciri fisik sekolah Adiwiyata adalah keberadaan taman hijau yang asri. Hal ini secara langsung menciptakan kenyamanan bagi guru dan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung, imbuhnya. Lebih lanjut, Faisal memaparkan berbagai manfaat krusial dari program ini, di antaranya mampu memitigasi risiko dampak lingkungan negatif, meningkatkan efisiensi aktivitas sekolah, serta membangun solidaritas tinggi antar warga sekolah.

Untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut, sekolah harus memenuhi empat aspek penilaian utama. Pertama, kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan. Kedua, integrasi kurikulum berbasis lingkungan hidup. Ketiga, pelaksanaan kegiatan lingkungan yang bersifat partisipatif. Keempat, pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang ramah lingkungan.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi kunci kesuksesan program ini. DLH Bengkulu Tengah akan terus melakukan pendampingan secara berkala kepada pihak sekolah agar seluruh kriteria yang telah ditetapkan dapat terpenuhi dengan maksimal. Sinergitas antara pemerintah daerah, pihak sekolah, serta masyarakat setempat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Regulasi terbaru ini memberikan ruang yang lebih luas bagi berbagai inovasi hijau di tingkat satuan pendidikan. Pihaknya juga mendorong agar setiap sekolah mulai membentuk tim khusus atau kelompok kerja yang fokus menangani berbagai isu lingkungan hidup secara internal. Langkah preventif seperti pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, pemanfaatan air hujan, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di area kantin sekolah harus mulai digalakkan.

Melalui sosialisasi yang komprehensif ini, kami sangat berharap ke depannya lebih banyak sekolah di Bengkulu Tengah yang berhasil meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata, pungkas Faisal optimis.

Dengan demikian, budaya peduli lingkungan tidak hanya berhenti pada tataran teori di dalam kelas, melainkan terimplementasi secara nyata dalam kehidupan setiap hari para siswa saat ini demi masa depan bumi kita semua yang jauh lebih baik dan lestari selamanya nanti.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.