Dewi Coryati dan Zita Anjani Mencoba Membatik Besurek: Ternyata Tidak Sebegitu Mudah

oleh -63 Dilihat
oleh
Antusias merancang pola, mencanting malam panas, mereka kagum pada ketelitian pengrajin Bengkulu. "Butuh kesabaran ekstra!" Pesan pelestarian warisan budaya ini patut bangga.-Foto ;s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Anggota DPR RI, Dewi Coryati, bersama Utusan Khusus Presiden untuk Pariwisata, Zita Anjani, memperoleh pengalaman berharga. Mereka berdua memiliki kesempatan untuk langsung mencoba seni membatik Batik Besurek, kain tradisional dari Bengkulu yang kaya akan makna dan sejarah.

Saat menjalani proses membatik di salah satu pusat kerajinan di Bengkulu, Dewi dan Zita terlihat antusias mengikuti setiap langkah. Mereka mulai dari merancang pola di kain kosong, mencanting cairan malam yang panas, hingga mempelajari makna di balik motif kaligrafi Arab yang menjadi salah satu ciri khas dari Batik Besurek.

Akan tetapi, di balik keindahan motif-motif tersebut, Dewi mengakui bahwa proses membatik itu jauh lebih menantang daripada yang diperkirakan.

“Memang dibutuhkan kesabaran yang lebih. Pegangan canting harus konsisten, dan aliran malam harus ditangani dengan hati-hati. Jika tidak, pola yang dibuat bisa rusak. Saya semakin mengagumi para pengrajin yang setiap hari melakukannya dengan penuh dedikasi,” kata Dewi Coryati dengan senyuman.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Zita Anjani. Ia menyoroti bahwa ketelitian dan waktu yang cukup adalah faktor utama dalam menciptakan kain batik yang berkualitas.

“Ini adalah seni yang sangat mengagumkan. Setiap tahapannya begitu mendetail, dari mencanting, pewarnaan alami, hingga pelorotan. Tak heran jika Batik Besurek memiliki nilai seni yang tinggi dan arti yang mendalam. Saya sangat bangga karena warisan budaya Bengkulu ini tetap dilestarikan,” ujar Zita.

Keduanya berharap agar Batik Besurek dapat lebih dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di seluruh dunia. Mereka percaya bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar para perajin muda dapat terus bermunculan dan warisan budaya Bengkulu ini tetap ada untuk generasi mendatang.

“Marilah kita bangga mengenakan Batik Besurek. Ini adalah identitas kita, kebanggaan daerah, dan warisan yang harus selalu diteruskan,” tambah Dewi Coryati.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.