Desa Harapan Makmur Catat Zero Stunting, Jadi Pilot Project Percepatan Penurunan di Bengkulu Tengah

oleh -27 Dilihat
oleh
Ketua Tim Penggerak PKK Benteng, Dr. S. Dharmarini Rachmat, apresiasi Desa Harapan Makmur nol stunting; dorong kader Posyandu, bidan, pelatihan, monitoring, dan replikasi praktik gizi berkelanjutan.

KLIKINFOBERITA.COM,- Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, mencatatkan prestasi signifikan: nol kasus stunting. Keberhasilan ini menjadikan desa tersebut wakil daerah pada Penilaian Desa Berkinerja Baik untuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (24/8/2026).

Keberhasilan Desa Harapan Makmur tidak terlepas dari sinergi antara aparat desa, kader kesehatan, keluarga penerima manfaat (KPM), bidan desa, serta dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten dan Dana Desa. Kepala Desa Harapan Makmur menjelaskan bahwa Dana Desa dialokasikan khusus untuk program penurunan stunting, antara lain Dapur Stunting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita, serta inovasi pangan lokal yang melibatkan partisipasi warga.

“Upaya kami melibatkan warga secara masif; dari peningkatan akses gizi hingga edukasi kesehatan ibu dan anak. Program berbasis pangan lokal seperti Pitik Kuning, Poluca, dan KOLANG-KALING (Konsultasi Keliling) efektif meningkatkan konsumsi gizi keluarga,” kata Kepala Desa Harapan Makmur, menjelaskan strategi yang diterapkan untuk menjaga asupan gizi dan praktik kesehatan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Tengah, Dr. S. Dharmarini Rachmat, SKM., M.PH., memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menekankan pentingnya upaya keberlanjutan. “Penilaian ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum evaluasi untuk memperbaiki upaya penanganan stunting. Alhamdulillah, Desa Harapan Makmur sudah nol kasus stunting. Mudah-mudahan capaian ini terus dipertahankan dan tidak muncul kasus baru,” ujarnya.

Dr. Dharmarini menyoroti peran kader Posyandu dan bidan desa dalam deteksi dini dan penguatan layanan gizi, serta mendorong replikasi praktik baik ke desa lain melalui pembinaan terpadu dari pemerintah kabupaten. Ia menekankan pentingnya pelatihan kader, monitoring berat dan tinggi balita, serta edukasi gizi yang berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., menyatakan penanganan stunting menjadi prioritas daerah yang didukung alokasi anggaran dari APBD dan Dana Desa. “Pemerintah daerah bersama pemerintah desa terus melakukan berbagai upaya sesuai kondisi masing-masing desa, mulai dari pemenuhan gizi, penguatan Posyandu hingga pendampingan keluarga. Kami berharap Bengkulu Tengah dapat memberikan yang terbaik, dan masukan dari tim penilai menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujar Sekda Tomi.

Tim penilai dari Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi terhadap kesiapan administrasi dan pelaksanaan program di desa tersebut. Meski demikian, tim penilai merekomendasikan perbaikan pada aspek monitoring, evaluasi, dan dokumentasi agar kesinambungan program dan akuntabilitas dapat terjaga.

Dengan capaian ini, Pemkab Bengkulu Tengah berharap Desa Harapan Makmur menjadi model bagi desa lain dalam kabupaten. Strategi kolaboratif—menggabungkan anggaran desa, peran kader, inovasi pangan lokal, dan pendampingan kesehatan—diharapkan mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah kabupaten jika direplikasi dan dipertahankan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program dan langkah replikasi, warga dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah atau Kantor Camat Pondok Kubang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.