KLIKNFOBERITA.COM,– Upaya meningkatkan kualitas dakwah Islam dan memperkuat peran khatib dalam membina umat terus dilakukan melalui Pelatihan 10.000 Khatib Nasional dalam rangka Pra-Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang digelar di Kota Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi para khatib agar mampu menyampaikan pesan keagamaan secara bijaksana, menyejukkan, serta relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Dr. H. Fahrurrazi, M.Si. Kehadiran Kemenag merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas khatib dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Fahrurrazi menegaskan, khatib memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus membimbing masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan, memperkuat akhlak, dan menciptakan kehidupan sosial yang damai.
“Khatib memiliki peran penting dalam memperkuat umat melalui pesan-pesan dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas khatib perlu terus dilakukan agar dakwah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, khatib tidak hanya bertugas menyampaikan khutbah di masjid, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat menjalankan ajaran agama dengan baik, menjaga kerukunan, serta mempererat hubungan antarsesama.
Sementara itu, Putra, salah seorang undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik pelaksanaan Pelatihan 10.000 Khatib Nasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat peran dakwah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pelatihan ini sangat penting karena khatib memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan ini, para khatib semakin mampu menyampaikan dakwah yang mudah dipahami, menyejukkan, serta mendorong persatuan dan kerukunan umat,” ujar Putra.
Pelatihan ini melibatkan para khatib utusan masjid di Kota Bengkulu. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang dakwah sekaligus meningkatkan kemampuan para khatib dalam menyusun materi khutbah yang edukatif dan sesuai dengan kebutuhan jamaah.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi penyampai pesan agama yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap persoalan umat.
Pelatihan 10.000 Khatib Nasional di Bengkulu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, serta penyebaran nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian bagi masyarakat.(s.man)








