Bupati Kaur, Gusril Pausi, resmi mengukuhkan 30 petugas baru untuk Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sease Seijean. Mereka ini punya tugas penting, yaitu jadi fasilitator layanan evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sekaligus membantu menangani berbagai masalah sosial yang ada di Kabupaten Kaur.
Acara pengukuhan yang berlangsung di Aula Setda lantai dua ini jadi momen penting buat pemerintah daerah. Bupati Gusril bilang, dengan bertambahnya petugas SLRT, pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama ODGJ, bakal lebih cepat dan tepat sasaran. “Ini langkah kita supaya nggak ada yang terabaikan. Petugas SLRT ini jadi penghubung antara warga dan pemerintah, biar masalah sosial bisa segera ditangani,” katanya.
SLRT Sease Seijean sendiri adalah sistem yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melapor dan mendapatkan layanan sosial secara terpadu. Jadi, kalau ada warga yang mengalami kesulitan sosial, langsung ada petugas yang siap membantu, memberikan rujukan, dan mengawasi proses penyelesaiannya.
Bupati juga mengingatkan para petugas SLRT untuk menjalankan tugas dengan penuh semangat dan tanggung jawab. “Ini pekerjaan yang mulia, kita bantu warga supaya mereka bisa hidup lebih layak dan sejahtera,” ujarnya.
Selain Bupati, pengukuhan ini dihadiri pula oleh jajaran Dinas Sosial dan pejabat terkait lain. Mereka berharap para petugas SLRT ini bisa menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah menanggulangi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Dengan tambahan 30 petugas ini, Kabupaten Kaur makin serius menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif. Bagi mereka yang butuh perhatian khusus, kini ada tim khusus yang siap turun tangan kapan saja.







