Bupati Bengkulu Selatan Turun Langsung Fogging, Cegah DBD di Ulu Manna

oleh -33 Dilihat
oleh
Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin bersama Sekda Ir. Susmanto turun langsung melakukan fogging di Desa Batu Kuning, Ulu Manna, sebagai upaya mencegah penyebaran DBD.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.gom

KLIKINFOBERITA.COM,- Asap fogging menyelimuti permukiman warga di Desa Batu Kuning, Kecamatan Ulu Manna, Minggu (4/10/2026). Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin bersama Sekretaris Daerah Ir. Susmanto, M.M., turun langsung melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Aksi tersebut menjadi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam mengantisipasi penyebaran DBD sekaligus memutus potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat.

Turun langsung ke lokasi, Bupati Rifai Tajuddin memastikan proses fogging menyasar lingkungan permukiman warga yang menjadi sasaran pengendalian nyamuk. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat juga menjadi bentuk perhatian terhadap upaya menjaga kesehatan dan memberikan rasa aman kepada warga.

Rifai mengatakan, fogging merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa penyebab DBD. Namun, pengasapan harus dibarengi dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk agar pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk,” kata Rifai.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya menunggu tindakan pemerintah ketika muncul ancaman DBD. Kebersihan lingkungan rumah dan tempat tinggal harus menjadi perhatian bersama dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.

Pemkab Bengkulu Selatan juga mengingatkan masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, warga diminta rutin memeriksa lingkungan sekitar rumah dan segera menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur.

Rifai menegaskan, keberhasilan pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat harus bergerak bersama agar lingkungan tetap bersih dan risiko penyebaran DBD dapat ditekan.

“Kita ingin masyarakat tetap sehat dan merasa aman. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan melakukan 3M Plus. Jangan sampai ada tempat yang dibiarkan menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Melalui fogging dan penguatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, Pemkab Bengkulu Selatan terus mendorong langkah pencegahan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, sehat dan nyaman.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.