KLIKINFOBERITA.COM, – Selama ini, buah cung kediro dikenal sebagai bahan andalan untuk sambal karena rasanya yang tajam, asam, dan menyegarkan. Namun, siapa sangka, selain lezat di dapur, cung kediro juga menyimpan potensi besar dalam dunia pertanian organik. Limbah buah ini kini bisa diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan, murah, dan kaya manfaat bagi tanaman.
Inovasi ini hadir dari para pegiat urban farming dan kelompok tani di Palembang yang mulai memanfaatkan sisa buah cung kediro terutama yang busuk atau tak layak konsumsi sebagai bahan dasar pupuk alami. Selain mengurangi limbah rumah tangga, hasil fermentasi cung kediro terbukti menyuburkan tanaman dan meningkatkan hasil panen.
Buah cung kediro, atau disebut juga rampai dalam bahasa Palembang, mengandung asam organik alami, vitamin, serta mineral seperti kalium dan fosfor. Kandungan inilah yang sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tanaman, memperkuat akar, dan meningkatkan kesuburan tanah.
“Awalnya kami hanya buang buah cung kediro yang busuk begitu saja. Tapi setelah tahu bisa jadi pupuk, kami coba fermentasi. Hasilnya luar biasa. Tanaman jadi lebih segar dan cepat tumbuh,” kata Rini, anggota komunitas petani kota di kawasan Sukarami.
Cara Membuat Pupuk Organik dari Cung Kediro
Berikut langkah-langkah mudah membuat pupuk organik cair (POC) dari buah cung kediro di rumah:
Bahan-bahan:
1kg buah cung kediro (bisa yang busuk atau sisa dapur)
1 liter air bersih
200 gram gula merah (larutkan dalam air)
Wadah tertutup (jerigen atau ember dengan tutup)
EM4 (opsional, sebagai starter fermentasi)
Cara Membuat:
Cincang halus buah cung kediro.
Campurkan cung kediro, air, dan larutan gula merah dalam wadah.
Tambahkan EM4 jika tersedia, untuk mempercepat fermentasi.
Tutup rapat wadah dan simpan di tempat teduh selama 10–14 hari.
Aduk campuran setiap 2 hari agar fermentasi berjalan merata.
Setelah 2 minggu, saring cairan. Simpan dalam botol tertutup.
POC ini bisa digunakan dengan cara mencampurkan 10 ml pupuk ke dalam 1 liter air, lalu disiramkan ke tanaman seminggu sekali.
Ramah Lingkungan dan Hemat Biaya
Selain ramah lingkungan karena mengurangi sampah organik, pupuk dari cung kediro juga sangat ekonomis. Petani tak perlu lagi membeli pupuk kimia mahal. Dalam jangka panjang, ini mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kesehatan tanah.
“Biaya produksi nol rupiah, hasilnya maksimal. Bahkan banyak warga sekitar minta pupuk ini untuk kebun mereka,” kata Pak Amir, petani sayur hidroponik di kawasan Talang Kelapa.
Dengan manfaat ganda sebagai bahan makanan dan sumber pupuk cung kediro kini tak lagi sekadar buah lokal biasa. Dari dapur hingga kebun, ia memberikannilai tambah yang nyata bagi warga dan lingkungan sekitar.







