BPD : Tekankan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

oleh -43 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Mian membuka Seminar Nasional BPD di Hotel Mercure Bengkulu. Forum ini dorong sinergi BPD, OJK, dan pemda untuk percepat digitalisasi dan penggerak ekonomi daerah.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Wakil Gubernur Bengkulu Mian membuka Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (21/8). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran BPD sebagai penggerak ekonomi daerah yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Mian menyatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut BPD untuk bertransformasi menjadi institusi yang profesional dan inovatif. Transformasi itu, menurutnya, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman serta mempercepat layanan keuangan yang inklusif.

“Perkembangan teknologi digital sangat pesat. BPD dituntut harus bertransformasi sebagai bank yang profesional dan inovatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung di era digital yang semakin kuat saat ini,” kata Mian.

Mian menekankan pentingnya penguatan sinergi antara BPD dan pemerintah daerah. Kolaborasi, lanjutnya, juga perlu diperluas dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar program pembiayaan dan layanan perbankan dapat lebih efektif mendukung pembangunan lokal.

“Saya berharap Bank Bengkulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, OJK, dunia usaha, serta pemangku kebijakan lainnya. Sehingga agenda hari ini sangat penting untuk menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank penggerak ekonomi daerah,” tegas Mian.

Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan seminar ini menjadi wadah strategis bagi seluruh BPD di Indonesia untuk bertukar pandangan dan merumuskan langkah bersama menghadapi dinamika ekonomi nasional. Forum tersebut, kata dia, fokus membahas tantangan ekonomi kontemporer serta strategi kolaboratif yang meningkatkan kontribusi BPD terhadap pembangunan daerah.

“Kita di sini secara bersama-sama berbicara mengenai tantangan ekonomi saat ini serta membangun kolaborasi bersama dengan BPD se-Indonesia,” ujar Iswahyudi.

Iswahyudi berharap rekomendasi dari seminar dapat segera diterjemahkan menjadi kebijakan operasional dan program sinergi yang konkret, termasuk percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas SDM, serta perluasan pembiayaan sektor produktif di daerah.

Seminar yang dihadiri oleh Ketua Asbanda Agus H. Widodo, Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro, serta jajaran komisaris Bank Bengkulu itu juga menghadirkan sesi panel, studi kasus, dan diskusi kebijakan yang melibatkan perwakilan BPD dari berbagai provinsi.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.