KLIKINFOBERITA.COM,- Program revitalisasi gedung sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu, belum menunjukkan progres merata. Dari 11 sekolah penerima bantuan, baru dua sekolah dasar (SD) yang menuntaskan pekerjaan hingga 100 persen. Sementara itu, delapan sekolah penerima bantuan gelombang kedua masih mencatat progres di bawah 50 persen.
Kondisi ini menyisakan pekerjaan besar bagi pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Benteng. Di tengah harapan menghadirkan sarana belajar yang lebih layak, sebagian besar sekolah penerima bantuan masih harus berpacu menyelesaikan pekerjaan fisik agar bangunan dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Dua sekolah yang telah merampungkan revitalisasi adalah SD Negeri 59 dan SD Negeri 81 Bengkulu Tengah. Keduanya merupakan penerima bantuan gelombang pertama dan kini sudah menggunakan bangunan hasil revitalisasi untuk kegiatan belajar mengajar.
Namun, capaian tersebut belum diikuti sekolah penerima lainnya. SD Negeri 80 Bengkulu Tengah, yang juga masuk gelombang pertama, masih terkendala persyaratan pencairan dana tahap kedua sebesar 30 persen. Adapun delapan sekolah penerima bantuan gelombang kedua masih mencatat progres pekerjaan di bawah 50 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.AP., melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Sri Rusniati, S.E., M.AP., membenarkan bahwa baru dua sekolah yang menuntaskan pekerjaan revitalisasi.
“Alhamdulillah, ada dua SD yang pekerjaan revitalisasinya sudah selesai. Dua sekolah tersebut adalah SDN 59 dan SDN 81. Bahkan, gedung baru tersebut sudah digunakan oleh pihak sekolah untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Sri.
Pencairan Dana Jadi Kendala, Pekerjaan Harus Tembus 50 Persen
Persoalan pencairan anggaran menjadi salah satu kendala yang disampaikan dalam pelaksanaan revitalisasi SDN 80. Dana tahap kedua sebesar 30 persen baru dapat dicairkan setelah progres fisik bangunan mencapai lebih dari 50 persen.
Artinya, sekolah yang belum memenuhi ambang progres tersebut harus terlebih dahulu melanjutkan pekerjaan sesuai tahapan yang ditentukan sebelum dapat mengakses pencairan berikutnya.
Situasi ini membuat capaian fisik menjadi faktor penting dalam kelanjutan pekerjaan. Namun, tanpa rincian lebih lanjut mengenai progres terakhir SDN 80, kendala teknis di lapangan, serta jadwal penyelesaian, belum dapat dipastikan berapa lama pekerjaan sekolah tersebut akan tertahan.
Delapan SD Gelombang Kedua Masih di Bawah 50 Persen
Perhatian lebih besar tertuju pada delapan sekolah penerima bantuan revitalisasi gelombang kedua. Hingga keterangan terakhir yang disampaikan Dikbud Benteng, seluruh sekolah tersebut masih mencatat progres pekerjaan di bawah 50 persen.
Kedelapan sekolah itu meliputi:
- SD Negeri 1 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 29 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 14 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 67 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 72 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 82 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 83 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 91 Bengkulu Tengah
“Delapan SD yang mendapat program revitalisasi tahap dua terdiri atas SD Negeri 1, SD Negeri 29, SD Negeri 14, SD Negeri 67, SD Negeri 72, SD Negeri 82, SD Negeri 83, dan SD Negeri 91,” kata Sri.
Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak bangunan yang belum rampung, melainkan sejauh mana pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan. Sayangnya, data terperinci mengenai persentase progres masing-masing sekolah, target penyelesaian, serta kendala spesifik di setiap lokasi belum disampaikan.
Tanpa data tersebut, publik belum dapat mengukur sekolah mana yang paling tertinggal, apa penyebab utama lambatnya pekerjaan, dan langkah percepatan apa yang telah disiapkan untuk mengejar ketertinggalan.
Target Gedung Bisa Digunakan, Administrasi Tak Boleh Terabaikan
Dikbud Bengkulu Tengah berharap seluruh pekerjaan revitalisasi segera dituntaskan agar bangunan sekolah dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun, penyelesaian fisik bukan satu-satunya hal yang harus dipastikan. Kelengkapan administrasi dan proses serah terima juga diperlukan untuk memperjelas status pemanfaatan serta tanggung jawab pengelolaan bangunan.
“Kita berharap pekerjaan bisa cepat selesai agar gedung bisa segera dimanfaatkan. Namun, penyelesaian administrasi dan serah terima tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar status pemanfaatan bangunan dan tanggung jawab pengelolaannya jelas,” terangnya.
Pemerintah daerah juga berharap semakin banyak sekolah di Bengkulu Tengah memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun anggaran berikutnya. Akan tetapi, di tengah harapan penambahan penerima bantuan, penyelesaian program yang sedang berjalan tetap menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Dengan baru dua dari 11 sekolah yang menuntaskan pekerjaan, tantangan pelaksanaan revitalisasi di Benteng masih nyata. Delapan sekolah gelombang kedua belum menembus progres 50 persen, sementara satu sekolah gelombang pertama masih menghadapi kendala pencairan dana tahap berikutnya.
Publik kini membutuhkan kejelasan: kapan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung, apa kendala utama di masing-masing sekolah, dan bagaimana pengawasan dilakukan agar program revitalisasi benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak serta dapat digunakan sesuai kebutuhan siswa.








