Aston Villa Disorot atas Tuduhan “Sportswashing” setelah Kontrak Sponsor Visit Rwanda

oleh -28 Dilihat
oleh
Aston Villa pamer jersey baru bertuliskan Visit Rwanda, namun kemitraan bernilai jutaan itu memicu protes aktivis dan suporter yang menuding upaya "sportswashing" oleh pemerintah Rwanda.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKIBFOBERITA.COM,- Aston Villa mendapat kecaman setelah mengumumkan kesepakatan sponsor multi-tahun bernilai sekitar £20 juta per tahun dengan badan promosi pariwisata Rwanda, Visit Rwanda. Logo Visit Rwanda akan tampil di bagian depan jersey tim putra, putri, dan akademi, menggantikan sponsor sebelumnya, Betano.

Amnesty International Inggris mengatakan kesepakatan itu berisiko menjadi alat “sportswashing”  yaitu upaya menutup atau memperhalus catatan pelanggaran HAM melalui olahraga. Felix Jakens, kepala kampanye organisasi tersebut, menilai bahwa Rwanda berusaha memanfaatkan kemitraan ini untuk membentuk citra positif di mata publik.

“Ini bukan hal baru: pemerintah Rwanda rutin menggunakan olahraga untuk membersihkan citra atas catatan HAM yang problematik,” ujar Jakens dalam pernyataan kepada BBC Sport. Ia menyorot laporan tentang penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembungkaman kebebasan berpendapat di Rwanda, serta keterlibatan negara itu dalam konflik di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo).

Pernyataan itu muncul setelah DR Kongo mengajukan gugatan terhadap Rwanda ke Mahkamah Internasional, menuduh Negeri Tetangga mengirim pasukan dan mendukung kelompok bersenjata, termasuk M23, dalam operasi militer yang melanggar kedaulatan. Rwanda membantah tudingan tersebut, tetapi penyelidikan PBB dan sejumlah pemerintah Barat menyatakan adanya bukti dukungan terhadap kelompok pemberontak di Kongo timur.

Aston Villa menyebut kesepakatan dengan Visit Rwanda sebagai “kesepakatan sponsor terpenting dalam sejarah klub.” Francesco Calvo, presiden operasi bisnis Villa yang menegosiasikan kontrak ini, mengatakan kemitraan tersebut mencerminkan ekspansi klub ke pasar internasional dan membuka peluang kolaborasi di bidang pariwisata, investasi, serta pengembangan olahraga.

“Ini adalah kemitraan yang sangat menarik bagi Aston Villa dan simbol pertumbuhan klub,” ungkap Calvo dalam pernyataan klub. Pihak klub menyatakan berharap kerja sama akan menghadirkan aktivasi bermakna dan nilai tambah bagi komunitas.

Namun sejumlah suporter, aktivis, dan pengamat menilai klub serta Liga Premier perlu mempertimbangkan implikasi etis dari menerima dukungan negara yang dituding melakukan pelanggaran hak asasi. Amnesty meminta agar Aston Villa dan kompetisi lebih peka terhadap kemungkinan penggunaan olahraga sebagai alat legitimasi politik.

Kesepakatan Visit Rwanda telah menimbulkan kontroversi serupa di klub-klub Eropa lain. Arsenal, Bayern Munich, Paris Saint-Germain (PSG), dan Atletico Madrid dulu atau kini menjalin kerja sama serupa, dan sejumlah kelompok suporter menggelar kampanye menentangnya. Arsenal telah menyatakan akan mengakhiri kemitraan delapan tahun tersebut pada akhir musim 2025–26, sementara PSG dan Atletico masih melanjutkan hubungan komersial.

DR Kongo bahkan pernah mendesak klub-klub terkait untuk memutus kontrak, menyebut kerja sama itu “berlumuran darah.” Di sisi lain, Dewan Pembangunan Rwanda menepis kritik tersebut, menyebut kampanye dari DR Kongo sebagai upaya “merusak” kemitraan dan menegaskan bahwa Visit Rwanda bertujuan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.