KLIKINFOBERITA.COM,-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma resmi mengesahkan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Keputusan tersebut diambil setelah seluruh delapan fraksi dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi dan pengambilan keputusan RAPBD pada Jumat, 28 November 2025 kemarin menyampaikan persetujan.
PLH Sekwan Seluma, Hasbi Sadikin mengatakan, untuk total belanja daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp 996.098.653.665, hal ini berkurang dari usulan sebelumnya sebesarRp 1,03 triliun lebih.
Lalu, untuk pendapatan daerah sebesar Rp 979.495.202.611, bersumber dari pendapatan transfer pemerintah Pusat Rp890.402.682.000, kemudian pendapatan transfer antar daerah Rp 28.482.466.327, lalu lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan Rp15.937.920.000.
Sedangkan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 44.672.134.284, terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 30.469.694.210, kemudian Retribusi Daerah Rp1.437.244.335, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 1.555.817.895 dan Lain-lain PAD yang sah Rp11.209.377.844.
Total pendapatan daerah sebesar Rp 979.495.202.611 ini, dan pemerintah daerah merencanakan belanja daerah pada tahun 2026 sebesar Rp996.098.653.665, masih terjadi defisit anggaran sebesar Rp16.603.451.054 atau 1,6 persen.
“Semua fraksi sudah setuju. Dan kemudian persetujuan ini nantinya akan kita sampaikan ke Gubenur,” kata PLH Sekwan Seluma.
Sementara itu, salah anggota DPRD Seluma Nofi Eriyan Andesca mengungkapkan apresiasi yang sedalam-dalam nya dengan Pemerintah Kabupaten Seuma, TAPD dan pihak terkait lainnya yang sudah melakukan pembahasan RAPBD untuk jadikan Perda ini. Terlebih lagi, dapat menurunkan angka defisit yang cukup kecil 1,6 persen.
“2026 ini adalah angka Defisit yang terkecil 1,6 persen. Karena biasanya kita defisit 4 atau 3 persen. Jadi patut kita apresiasi Pemerintah Kabupaten Seluma yang dapat menurunkan angka defisit ini,” ungkap Nofi Eriyan Andesca.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya penurunan defisit ini, ia beraharap RAPBD tahun anggaran 2026 yang sudah disepakati dapat kiranya menuntaskan segala persoalan pembayaran, termasuk dengan utang piutang pun juga harus terselesaikan.
“Insyaallah dengan defisit yang kecil ini, semua pembiayaan dapat terbayarkan. Termasuk dengan utang piutang pun juga dapat terselesaikan,” tutupnya.







