Air Ledeng Hidup Tengah Malam, Warga Bengkulu Tengah Krisis Air Bersih.

oleh -367 Dilihat
oleh
Air Ledeng Hidup Tengah Malam, Warga Bengkulu Tengah Krisis Air Bersih.-poto: Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Warga Desa Bajak 1, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah kembali dibuat resah oleh pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Raflesia. Pasokan air ledeng yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru lebih sering mati, dan hanya hidup di waktu-waktu tak masuk akal: tengah malam hingga dini hari.

Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas harian seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

Amin Tohari, salah satu warga terdampak, menuturkan bahwa air hanya mengalir pada saat mayoritas warga sudah terlelap.“Dalam sebulan ini, air mati lebih sering dari pada hidup. Hidupnya pun tengah malam. Kadang jam 2 pagi baru hidup. Mau nggak mau, kami harus bangun untuk masak atau menampung air,” ujar Amin kepada KlikInfoBerita.com, Senin (22/9).

Amin mengaku kecewa karena sejak ia memasang sambungan ledeng baru, justru harus bergantung pada tetangga atau air hujan untuk kebutuhan air bersih.

“Saya pasang sambungan baru, tapi belum pernah merasa benar-benar menikmati layanan air bersih ini. Malah lebih sering minta air ke tetangga, itu pun air tampungan hujan,” keluhnya.

Akibat kondisi ini, warga terpaksa mencari alternatif untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari menampung air hujan, mandi di sungai, hingga membuat jadwal bergantian menimba air di waktu air ledeng hidup.

“Kita seperti kembali ke zaman dulu. Harus pintar-pintar cari air. Kadang kalau hujan kita senang, karena bisa tampung. Kalau nggak hujan? Ya mandi di sungai,” kata salah satu ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya

Pelayanan Perumda Tirta Raflesia kini menjadi pertanyaan warga. Warga menilai perusahaan milik daerah ini belum mampu memberikan pelayanan yang memadai, terutama di wilayah Desa Bajak 1.

“Harusnya pelayanan ini sudah diperbaiki sejak lama. Ini kan menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Air bersih itu hak kami sebagai warga,” tegas Amin.

Masyarakat Desa Bajak 1 berharap ada perhatian serius dari Perumda Tirta Raflesia maupun pemerintah daerah. Mereka mendesak agar sistem distribusi air dibenahi, dan pelayanan bisa dinikmati secara adil dan merata.

“Kami tidak minta lebih, hanya air bersih yang mengalir dengan baik. Jangan jam 2 pagi. Kami juga manusia, bukan robot yang bisa bangun sesuka waktu,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Perumda Tirta Raflesia terkait keluhan tersebut.

 

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.