Desa Rindu Hati Meraih Keberhasilan Gemilang: Berhasil Menjadi Bebas Stunting Berkat Musyawarah Desa yang Kuat

oleh -15 Dilihat
oleh
Musdes Rembug Stunting, 28 Juli 2026: warga, puskesmas, dan pemdes bersinergi. Dari sejarah enam kasus, kini Rindu Hati resmi bebas stunting. Komitmen dipertahankan bersama.-Foto: Dedy,adv/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Desa Rindu Hati, yang terletak di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, baru saja mencatatkan prestasi yang membanggakan. Pada tanggal 28 Juli 2026, desa ini mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting, yang bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi bukti nyata dedikasi dalam mengatasi masalah gizi buruk pada anak. Acara tersebut dihadiri oleh banyak pihak penting, termasuk perwakilan dari kecamatan, tenaga kesehatan, dan pendamping desa, yang bersama-sama merancang strategi berkelanjutan untuk mempertahankan status desa sebagai wilayah bebas stunting.

Kepala Desa Rindu Hati, Amiril Mukminin, S. Sos. , membuka acara dengan penuh semangat dan rasa syukur. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan pagi itu merupakan realisasi dari program prioritas pemerintah pusat yang harus dilaksanakan di tingkat desa. Namun, bagi Desa Rindu Hati, rembug stunting memiliki arti jauh lebih mendalam daripada sekadar kewajiban administratif.

“Kegiatan di Desa Rindu Hati pada pagi ini, 28 Juli 2026, sesuai dengan program pemerintah pusat yang harus diimplementasikan oleh desa, yakni rembug stunting. Selama saya menjabat sebagai kepala desa, Desa Rindu Hati pernah mencatat angka stunting tertinggi dengan enam kasus. Namun, alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, saat ini Rindu Hati telah dinyatakan bebas dari stunting,” ungkap Kades Amiril dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perubahan dari desa dengan tingkat stunting tertinggi menjadi desa yang bebas stunting bisa dicapai jika dikelola dengan serius dan terencana.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerjasama lintas sektor yang solid. Perwakilan Camat Taba Penanjung hadir untuk memberikan dukungan penuh dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil desa sejalan dengan arahan dari pemerintah daerah. Kehadiran Kasih Pendes, Nita Andriani, S. Sos. , juga sangat berarti dalam musyawarah ini. Ia memberikan pendampingan teknis mengenai pengelolaan dana desa dan administrasi yang transparan, sehingga setiap rupiah anggaran dimanfaatkan secara optimal untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu serta anak.

Dalam hal kesehatan, Puskesmas Taba Teret memiliki peran yang sangat penting. Lys Maryany, ST. Keb. , sebagai narasumber dari puskesmas, menyampaikan informasi terkini tentang status gizi balita di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa deteksi awal dan pemantauan pertumbuhan anak yang rutin dilakukan oleh bidan desa dan kader kesehatan menjadi kunci utama dalam pencegahan stunting. “Intervensi perlu dilakukan sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Edukasi kepada ibu-ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang menjadi strategi utama kami,” jelas Lys Maryany.

Di sisi lain, Samsul Bahri, S. H. , dari PL KB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana), menambahkan pentingnya pengendalian populasi serta kesejahteraan keluarga. Ia menekankan bahwa perencanaan keluarga yang baik berhubungan langsung dengan kualitas pengasuhan anak. Dengan jarak kelahiran yang ideal dan kondisi ekonomi keluarga yang stabil, risiko stunting dapat diminimalkan secara signifikan.

Musyawarah ini menghasilkan beberapa keputusan penting, seperti peningkatan jadwal posyandu, pelatihan ulang untuk para kader, dan penyuluhan yang lebih intens kepada orang tua muda. Desa Rindu Hati kini menjadi teladan bagi desa-desa lainnya di Kecamatan Taba Penanjung, menunjukkan bahwa kesadaran bersama dan kepemimpinan yang memiliki visi kuat dapat mengubah hambatan besar menjadi pencapaian di tingkat nasional. Dengan semangat kerjasama yang terus dijaga, Desa Rindu Hati berkomitmen untuk menjaga statusnya sebagai desa bebas stunting demi masa depan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(Dedy,adv)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.