1.000 Mangrove Ditanam di Mukomuko, Benteng Alami Lawan Abrasi

oleh -46 Dilihat
oleh
Warga dan relawan tanam 1.000 mangrove di muara Banda Ratu, membangun benteng hijau untuk melawan abrasi, melindungi rumah dan mata pencaharian nelayan setempat.-Foto: Robi/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Di balik debur ombak Muara Banda Ratu, Minggu (26/7/2026), seribu batang mangrove ditanam serentak. Bukan sekadar seremoni, ini adalah benteng terakhir yang sengaja dibangun untuk menahan gempuran abrasi yang kian menggigit garis pantai Mukomuko.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia ini dipusatkan di Kelurahan Banda Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko. Lokasi sengaja dipilih karena termasuk zona merah titik pesisir yang paling rentan tergerus ombak. Dalam lima tahun terakhir, kawasan ini kehilangan puluhan meter daratan akibat hilangnya vegetasi pelindung alami.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSI, menyebut penanaman ini bukan sekadar penghijauan, melainkan operasi penyelamatan ekosistem pesisir.

“Mangrove adalah perisai pertama. Akarnya mengikat lumpur, rantingnya meredam energi gelombang. Tanpa itu, kami hanya menonton daratan kami tenggelam sedikit demi sedikit,” ujarnya tegas.

Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan setidaknya tiga titik pantai di Mukomuko mengalami kemunduran garis pantai rata-rata 2–3 meter per tahun. Fenomena ini diperparah oleh alih fungsi lahan dan minimnya tunas mangrove baru di muara-muara sungai.

Penanaman 1.000 bibit kali ini dilakukan dengan metode zonasi: jenis Rhizophora ditanam di area terdepan yang langsung berhadapan dengan gelombang, sementara Avicennia ditempatkan di jalur belakang untuk memperkuat struktur tanah. Bibit-bibit ini dipantau selama enam bulan pertama oleh tim pendamping dari dinas dan kelompok masyarakat setempat.

Tak hanya ekologi, program ini menyentuh sisi ekonomi. Mangrove yang tumbuh subur akan menjadi habitat kepiting, udang, dan ikan muda sumber penghidupan nelayan tradisional. Dengan kata lain, menanam mangrove sama dengan menabung masa depan pesisir.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat warga Banda Ratu, yang turun langsung membantu penanaman. Mereka berharap langkah ini berkelanjutan, bukan sekadar momen tahunan.

“Kami tak ingin kehilangan rumah kami. Kalau mangrove bisa menahan ombak, kami siap menjaganya,” ucap seorang warga.

Upaya ini menjadi pengingat bahwa menyelamatkan pantai tak selalu butuh beton dan tembok. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah akar yang tumbuh ke dalam perlahan, tapi pasti.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.