Sebanyak 11 Dapur MBG di Kawasan 3T Bengkulu Utara Belum Beroperasi, Investor Tuntut Kepastian

oleh -9 Dilihat
oleh
Sejumlah warga dan perwakilan investor melihat kondisi dapur MBG yang selesai dibangun namun belum beroperasi. Ahmad Rajid minta kepastian agar fasilitas segera dimanfaatkan untuk gizi anak.-Foto : istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Sebanyak 11 unit dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Kabupaten Bengkulu Utara belum beroperasi hingga saat ini. Kondisi ini membuat investor menanggung kerugian finansial dan menuntut kepastian operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Yayasan Nur Kalimosodo Padang Jaya, Ahmad Rajid, menyatakan pihaknya telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan 11 dapur MBG sejak Desember 2025. “Beban modal yang kami keluarkan mencapai milyaran rupiah. Bukan sedikit, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait operasionalnya,” ujar Ahmad Rajid, Minggu (5/7/2026).

Menurut Rajid, dari 11 unit yang dibangun, sembilan unit telah selesai 100 persen. Rinciannya, tujuh unit sedang tahap appraisal, dua unit proses administrasi, dan dua unit masih tahap pembangunan. Lokasi dapur MBG itu tersebar di Desa Air Simpang, Sekamanak, Bukit Harapan, Gembung Raya, Kinal Jaya, Muara Santan, Limas Jaya, Lebong Tandai, Manganyau Timur, Seberang Tunggal, dan Desa Air Kuro.

“Titik-titik ini sesuai dengan perintah Satgas Daerah sekaligus yang menentukan titik dan SK resmi dari BGN,” tambah Rajid.

Total biaya pembangunan untuk 11 dapur MBG di kawasan 3T tersebut ditaksir mencapai Rp1 miliar. Dana itu mencakup pengadaan alat kelengkapan sesuai nilai appraisal oleh Direktorat Jenderal Industri dan Jasa Nasional (DJIN) dan Komisi Pengawasan Keuangan dan Layanan Negara (KPKLN).

Rajid menegaskan investor meminta kejelasan operasional agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. “Kami inginkan kepastian, karena hingga saat ini belum ada kejelasan. Kami telah membantu pemerintah, namun kondisinya tak sesuai harapan dan komitmen awal. Kami harapkan segera beroperasi,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara, melalui Sekretaris Program MBG Sabani, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Kepala Regional BGN Provinsi Bengkulu. “Kami juga masih menunggu dari BGN melalui Kepala Regional BGN Provinsi Bengkulu terkait hal ini. Karena teman-teman juga sudah membangun dapur MBG di kawasan 3T,” kata Sabani lewat pesan seluler.

Kasus ini menjadi sorotan karena program MBG merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi, terutama bagi kelompok sasaran di daerah terpencil.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.