Kepala Baru BGN: Fokus ke MBG dan Percepatan Penurunan Stunting

oleh -12 Dilihat
oleh
Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menandai langkah baru memperkuat Program Makan Bergizi Gratis dan percepatan penurunan angka stunting di seluruh daerah.- Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk pemimpin baru Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai reaksi pemerintah terhadap kebutuhan untuk mempercepat pelaksanaan program peningkatan gizi di seluruh negara, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengumuman resmi ini disampaikan pada Selasa, 2 Juni 2026, oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden telah memilih Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakilnya. Menurut Menteri Prasetyo, perubahan ini merupakan langkah strategis setelah 18 bulan melakukan pemantauan dan evaluasi atas kinerja BGN. Tujuannya adalah untuk merestrukturisasi kepemimpinan agar pelaksanaan program prioritas dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

Menteri Prasetyo juga mengumumkan penghentian Dadan Hindayana dari posisi kepala sebelumnya, serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari posisi wakil kepala. Pemerintah mengucapkan terima kasih atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal berdirinya. “Kami menghargai komitmen mereka dalam tahap awal pengembangan badan ini,” ungkap Menteri Prasetyo.

Pemimpin baru diamanatkan untuk memperkuat manajemen organisasi, meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga, serta memperbaiki kerja sama dengan pemerintah daerah. Fokus utama mereka adalah memastikan pelaksanaan program MBG berjalan konsisten: menyuplai makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita di wilayah yang rawan stunting. Menteri Prasetyo menekankan bahwa penting memiliki data yang valid, mekanisme distribusi yang jelas, serta pengawasan yang ketat untuk menghindari pemborosan dan penyimpangan.

Di samping program MBG, BGN diharapkan dapat merancang intervensi gizi yang berbasis komunitas, memperkuat kampanye edukasi mengenai gizi, serta menjalin kerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil untuk skalabilitas dan keberlanjutan program. Langkah-langkah ini dianggap sangat penting untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru segera melakukan konsolidasi di dalam organisasi dan menunjukkan hasil yang terukur dalam enam hingga dua belas bulan ke depan. Keberhasilan reformasi BGN akan dinilai berdasarkan capaian penurunan stunting, tingkat partisipasi dalam program MBG, serta keterbukaan dalam penggunaan anggaran publik.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.