KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Kota Bengkulu menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) demi mengeksplorasi potensi strategi pendapatan daerah yang berbasis digital.
Acara ini diadakan di Ruang Hidayah II pada hari Rabu (29/4/2026) dan dipimpin secara langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Febriansyah.
Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Yudi Susanda serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Noni Yuliesti yang juga menjabat sebagai Sekretaris TP2DD. Peserta dalam FGD ini melibatkan para Kepala SKPD penerimaan dan Bendahara Penerimaan di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam pidatonya, Medy menekankan bahwa pada era transformasi yang sedang berlangsung, pengelolaan keuangan daerah tidak bisa dilakukan dengan cara yang lama. Dia berpendapat bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kinerja pendapatan daerah, bukan hanya sekadar pilihan.
“Digitalisasi menciptakan banyak kesempatan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui efisiensi dalam pemungutan, peningkatan basis pajak dan retribusi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas,” jelas Medy.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kota Bengkulu ingin mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan daerah yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Mereka berupaya menemukan inovasi dan strategi baru dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Selanjutnya, langkah konkret akan disusun untuk segera diimplementasikan oleh setiap perangkat daerah. Selain itu, sinergi antar perangkat daerah akan diperkuat agar kebijakan yang diambil lebih efisien dan transparan.
Meskipun digitalisasi menjanjikan keakuratan data dan kemudahan pelayanan bagi warga, Medy mengingatkan bahwa kesuksesannya sangat bergantung pada komitmen bersama, kesiapan regulasi, infrastruktur, serta kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia.
“Saya berharap semua peserta dapat berpartisipasi aktif dengan membagikan pengalaman dan inovasi untuk merumuskan strategi yang praktis dan berkelanjutan bagi Kota Bengkulu,” tutupnya.







