Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi, Bupati Bengkulu Utara Mengajak Introspeksi Diri

oleh -9 Dilihat
oleh
Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata meresmikan pawai Ogoh-Ogoh di Balai Banjar Adat Dharma Santi, Desa Rama Agung, ajak umat maknai Nyepi Saka 1948 dengan toleransi dan introspeksi.-Foto :Ary/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana penuh khidmat dan akumulasi terlihat di Balai Banjar Adat Dharma Santi, Desa Rama Agung, ketika Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE. , M. Ap. , hadir untuk meresmikan pawai Ogoh-Ogoh yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1948. Rabu, (18/3/2026).

Dalam perayaan yang hangat, Bupati menyampaikan pesan selamat kepada seluruh umat Hindu di daerah tersebut. Dia menekankan bahwa saat Nyepi merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan diri, agar langkah ke depan menjadi lebih baik.

“Atas nama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Bengkulu Utara, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi Saka 1948. Mari kita gunakan momen Nyepi ini untuk melakukan introspeksi agar gerak dan langkah kita ke depan semakin baik di masa mendatang,” ucap Bupati.

Bupati juga memuji kerukunan antar umat beragama yang ada di Bengkulu Utara, yang disebutnya sebagai “Miniatur Indonesia. ” Dia mengajak semua warga untuk terus memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keharmonisan, terutama mengingat bahwa perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan kedatangan bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian ibadah masing-masing agama, Bupati mengumumkan bahwa pemerintah daerah akan mengatur jalur takbiran agar tidak melalui Desa Rama Agung saat umat Hindu melakukan prosesi ibadah.

Menutup arahannya, Bupati menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan di Bengkulu Utara dan berharap perayaan di tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan lebih meriah.

Acara pun ditutup dengan salam toleransi yang mendapatkan sambutan hangat dari warga yang hadir, sebelum akhirnya Bupati melepas rombongan pawai Ogoh-Ogoh yang telah dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat, termasuk putranya yang ikut bersemangat menyaksikan tradisi budaya ini.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.