Pemprov Bengkulu Siapkan 20 Lokasi Eks HGU untuk Optimalisasi Lahan via Badan Bank Tanah

oleh -5 Dilihat
oleh
Pemprov Bengkulu gaspol optimalisasi 20 lokasi eks HGU via HPL Badan Bank Tanah! Ribuan hektare lahan idle berubah jadi kawasan industri, perkantoran, hingga investasi menggiurkan. Bengkulu maju, lahan tidur jadi ladang emas.-Foto :man/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menggelar rapat koordinasi strategis untuk mengoptimalkan puluhan lokasi eks Hak Guna Usaha (HGU) melalui skema Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh Badan Bank Tanah. Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten/kota, Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Bengkulu, perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Bengkulu, serta jajaran Badan Bank Tanah ini berlangsung di Aula Pola Merah Putih Kantor Gubernur, Rabu (11/2).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Bengkulu dan Kepala Badan Bank Tanah. Fokus utama: penataan lahan idle menjadi aset produktif yang mendukung pembangunan daerah. Inventarisasi awal mengungkap sekitar 20 lokasi eks HGU tersebar di delapan wilayah, yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kepahiang, Seluma, Lebong, dan Kaur. Total luasnya mencapai ribuan hektare, meski data masih dalam verifikasi mendalam.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menjelaskan potensi ini baru permulaan. “Ini hanya eks HGU saja. Belum menyentuh tanah terlantar yang sudah ditetapkan Kementerian ATR/BPN. Jumlah dan luasannya berpotensi bertambah signifikan seiring pendalaman data,” katanya optimis.

Lahan-lahan tersebut diproyeksikan multifungsi. Mulai dari pembangunan perkantoran modern, kawasan industri ramah investasi, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit, hingga proyek sosial masyarakat. Setelah resmi jadi HPL, pemanfaatannya fleksibel: Hak Pakai untuk keperluan publik atau Hak Guna Bangunan (HGB) sesuai rencana tata ruang. Langkah ini diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi, ciptakan lapangan kerja, dan wujudkan Bengkulu sebagai pusat pertumbuhan baru di Sumatra.

Perwakilan Kanwil ATR/BPN Provinsi Bengkulu menambahkan, reforma agraria era baru kini berbasis HPL. “Badan Bank Tanah jadi penjaga utama sebelum lahan didistribusikan adil ke masyarakat. Ini memastikan transparansi dan manfaat merata,” ungkapnya.

Inisiatif ini sejalan dengan visi nasional redistribusi aset tanah untuk kesejahteraan rakyat. Pemprov Bengkulu optimistis, dengan dukungan lintas instansi, lahan mati bisa bertransformasi jadi motor pembangunan. Tak hanya tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi juga tarik investor domestik maupun asing.

Khairil Anwar menekankan komitmen cepat. “Tahap verifikasi selesai dalam waktu dekat. Segera MoU lanjutan dengan Badan Bank Tanah untuk percepatan HPL. Bengkulu siap jadi contoh sukses reforma agraria,” tegasnya.

Rapat tutup dengan arahan konkret: pembentukan tim teknis lintas daerah untuk mapping lahan. Langkah awal ini dipandang krusial mengatasi isu tanah terbengkalai yang selama ini jadi beban negara. Dengan total luas ribuan hektare, potensi ekonominya luar biasa dari agribisnis hingga ekowisata.

Pemprov Bengkulu ajak semua pihak sinergi. “Mari ubah lahan tidur jadi ladang emas. Ini momentum Bengkulu maju,” ajak Khairil. Inisiatif ini tak hanya restrukturisasi agraria, tapi juga lompatan strategis menuju Bengkulu sejahtera.

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.