KLIKINFOBERITA.COM,- Sebanyak 245 pelajar SMA Negeri 37 Jakarta mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah” yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Program tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, fungsi, serta peran Istana Kepresidenan dalam penyelenggaraan pemerintahan Indonesia.
Dalam kegiatan itu, para pelajar mengunjungi sejumlah fasilitas penting di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, dan Ruang Konferensi Pers.
Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Istana Kepresidenan, termasuk berbagai kegiatan kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Mereka juga diajak memahami hubungan antara keberadaan istana sebagai simbol negara dan pelaksanaan tugas pemerintahan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Faisal Fahmi, menyampaikan pemaparan mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg pada awal kegiatan. Selanjutnya, Pranata Humas Ahli Pertama Kemensetneg, Honesty Nur Firdaus, menjelaskan sejarah dan fungsi Istana Kepresidenan sebelum para peserta mengikuti tur di lingkungan kompleks istana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pengalaman belajar kenegaraan yang lebih dekat dan kontekstual bagi generasi muda.
“Anak-anak perlu mengenal Indonesia tidak hanya melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan peran penting dalam penyelenggaraan negara. Dari pengalaman itu, kami berharap tumbuh wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta semangat untuk berkontribusi bagi Indonesia,” ujar Prasetyo.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Kehumasan SMA Negeri 37 Jakarta, Asna Butar Butar, menilai kunjungan itu memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa.
Menurutnya, selama ini para siswa hanya mengenal Istana Kepresidenan melalui buku pelajaran, pemberitaan, dan media sosial. Dengan berkunjung secara langsung, mereka dapat melihat berbagai ruangan, lukisan, patung, serta fasilitas kenegaraan secara lebih nyata.
“Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar datang dan melihat Istana, tetapi menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak. Saya sendiri sebagai guru sejarah merasa sangat antusias dapat melihat Istana secara langsung,” katanya.
Salah seorang siswa kelas X, Kharissa Umami, mengaku senang karena dapat mengunjungi Istana Kepresidenan untuk pertama kalinya. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan banyak informasi baru dan mendorongnya untuk terus mengembangkan diri.
Sementara itu, siswa lainnya, Narendra Kusuma, menilai pembelajaran langsung di lokasi membuat pemahaman terhadap sejarah menjadi lebih mendalam. Menurut dia, pengalaman tersebut berbeda dibandingkan hanya membaca buku atau menerima materi di dalam kelas.
Melalui program ini, Kemensetneg berharap generasi muda semakin memahami sejarah kepemimpinan bangsa, memiliki wawasan kebangsaan, serta terdorong menjadi bagian dari pembangunan Indonesia di masa depan.








