KLIKINFOBERITA.COM,-Sakit gigi merupakan pengalaman yang menyiksa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat obat pereda nyeri tidak tersedia, banyak orang beralih ke solusi alamiah. Salah satu yang paling populer dan telah teruji turun-temurun adalah penggunaan daun jambu biji. Tak sekadar mitos, khasiatnya kini semakin mendapat dukungan dari dunia ilmiah.
Berdasarkan sejumlah penelitian, termasuk yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Plants Studies, daun jambu biji kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai agen anti-inflamasi dan analgesik alami yang kuat, membantu meredakan nyeri dan pembengkakan pada gusi. Selain itu, sifat antibakteri yang dimilikinya efektif melawan kuman penyebab infeksi gigi dan gusi, seperti Streptococcus mutans.
“Daun jambu biji, terutama yang masih muda, mengandung guaijaverin dan quercetin. Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat sinyal nyeri dan mengurangi peradangan di saraf gigi. Sifat astringen-nya juga membantu mengencangkan gusi yang longgar,” jelas Dr. Aris Widodo, M.Kes., seorang peneliti tanaman herbal dari Universitas Indonesia.
Penggunaannya pun sangat praktis. Untuk pertolongan pertama, Anda dapat mengunyah langsung 1-2 lembar daun jambu biji muda yang telah dicuci bersih. Kunyahlah perlahan di area gigi yang sakit agar sari daunnya keluar. Alternatif lain adalah dengan merebus segenggam daun dalam air selama 10-15 menit, lalu menggunakan air rebusan yang telah disaring dan didinginkan sebagai obat kumur alami.
Meski efektif meredakan gejala, para ahli mengingatkan bahwa ini hanyalah solusi sementara. “Daun jambu biji adalah pertolongan pertama yang sangat baik. Namun, akar masalahnya, seperti gigi berlubang atau infeksi akar, tetap harus ditangani oleh dokter gigi untuk penyembuhan yang tuntas,” pungkas Dr. Aris.
Warisan leluhur ini membuktikan bahwa alam seringkali menyediakan solusi bagi masalah kesehatan kita, asalkan digunakan dengan bijak dan tepat.









