KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengupayakan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, S.Sos., menyampaikan sejumlah usulan prioritas kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk perbaikan Jembatan Penanding dan Jembatan Tanjung Raman.
Usulan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Kriestomei Sianturi, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Tarmizi hadir mewakili Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP. Pertemuan tersebut juga dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, sejumlah kepala daerah, serta jajaran BPBD kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Bengkulu Tengah menyampaikan perlunya penanganan terhadap sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana. Salah satunya adalah Jembatan Penanding, yang rusak akibat banjir bandang pada 2022. Perbaikan Jembatan Tanjung Raman dan infrastruktur terdampak lainnya juga diajukan sebagai prioritas.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah daerah mengusulkan bantuan berupa mobil tangki, alat berat, serta perlengkapan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun tanah longsor.
Tarmizi mengatakan dukungan BNPB diperlukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum sekaligus meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi bencana.
“Alhamdulillah, usulan dari Kabupaten Bengkulu Tengah diterima dan mendapat respons baik dari Kepala BNPB. Kami berharap semua usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat,” kata Tarmizi.
Ia menambahkan, kerusakan infrastruktur perlu segera ditangani karena dapat menghambat mobilitas dan kegiatan warga. Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat perbaikan fasilitas publik yang terdampak.
Pemkab Bengkulu Tengah berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi terealisasinya bantuan BNPB, baik untuk perbaikan jembatan maupun pengadaan peralatan penanggulangan bencana. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan masyarakat, memperkuat infrastruktur, dan memperbaiki kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana.







