KLIKINFOBERITA.COM,- Taman Kota Bengkulu Tengah yang berada di kawasan perkantoran Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, kini menjadi sorotan setelah kondisinya dilaporkan dipenuhi semak belukar dan tidak lagi dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Taman yang sebelumnya diharapkan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus tempat bersantai bagi masyarakat itu kini tampak kehilangan daya tariknya. Padahal, pembangunan kawasan tersebut, mulai dari penataan lahan hingga pembangunan sejumlah fasilitas, termasuk jembatan, telah menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan, terutama karena taman kota semestinya dapat menjadi ruang publik yang nyaman, terawat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Fitri, seorang siswi SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah, mengungkapkan bahwa taman kota tersebut dahulu kerap menjadi tempat untuk beristirahat, berfoto, dan menikmati suasana alam yang masih asri.
Menurutnya, kawasan itu pernah menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melepas penat di tengah aktivitas sehari-hari.
“Dulu, taman kota ini menjadi tempat untuk beristirahat dan berfoto-foto karena suasananya bagus. Udaranya juga masih terasa asri. Sekarang, sayang sekali, lokasi ini justru dipenuhi semak belukar,” ujar Fitri.
Ia juga mengaku khawatir melihat kondisi taman yang dinilainya semakin tidak terawat. Bahkan, menurut Fitri, kondisi tersebut membuat dirinya merasa takut untuk memasuki kawasan taman.
“Sekarang, jangankan masuk ke dalam, melihat dari luar saja sudah takut,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Perawatan dan pengelolaan secara berkelanjutan juga diperlukan agar fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Taman kota seharusnya menjadi ruang terbuka yang dapat dinikmati berbagai kalangan, baik untuk beristirahat, bersantai bersama keluarga, maupun menikmati lingkungan yang asri. Apabila tidak dirawat secara berkala, fasilitas yang telah dibangun berisiko kehilangan fungsi dan daya tariknya.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Taman Kota Renah Semanek, termasuk melakukan peninjauan lapangan, membersihkan semak belukar, serta mengevaluasi pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang tersedia.
Selain itu, penjelasan dari instansi terkait mengenai kondisi terkini taman, anggaran pemeliharaan, dan rencana penataan ke depan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai keberlanjutan fasilitas publik tersebut.
Jangan sampai taman kota yang dibangun dengan anggaran daerah hanya menjadi bangunan yang terlupakan. Sebab, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata diukur dari berdirinya sebuah fasilitas, melainkan juga dari kemampuannya memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.(Aisya)







