BNN dan Pemkab Benteng Bidik Desa, Cegah Narkoba Sejak Dini

oleh -48 Dilihat
oleh
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama Plt Kepala BNN Provinsi Bengkulu Alexander Soeki memperkuat sinergi pencegahan narkoba, dengan menyasar desa dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sejak dini.-Foto : Aisya/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat langkah pencegahan narkoba dengan menyasar desa-desa. Upaya ini dilakukan untuk membendung ancaman narkotika sebelum meluas di tengah masyarakat.

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama Plt Kepala BNN Provinsi Bengkulu Alexander Soeki memperkuat sinergi pencegahan narkoba, dengan menyasar desa dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sejak dini.-Foto : Aisya/klikinfoberita.com

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Plt Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Alexander Soeki, bersama Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, Senin (26/10/2026).

Rachmat menegaskan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan BNN untuk merancang strategi pencegahan yang tepat sasaran. Sejumlah desa akan dipertimbangkan sebagai wilayah program, dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita ingin sebelum ini menjadi api yang besar, api kecilnya dipadamkan,” kata Rachmat

Ia mengatakan, koordinasi lintas OPD akan dilakukan untuk menyusun program sesuai kebutuhan daerah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Sementara itu, Alexander Soeki menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan BNN. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan karena memiliki jangkauan langsung hingga ke masyarakat dan desa.

“Program ini tidak bisa dilaksanakan oleh BNN sendiri. Maka harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai pihak yang memiliki wilayah dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Alexander, kerja sama tersebut juga mendukung upaya pemerintah pusat dalam pemberantasan narkoba, termasuk Asta Cita ketujuh Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan, kondisi Provinsi Bengkulu yang dinilai relatif aman dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera tidak boleh membuat semua pihak lengah. Ancaman penyalahgunaan narkoba tetap harus diantisipasi melalui langkah pencegahan yang konsisten.

“Jangan karena aman, kita tidak memberikan prioritas atau waspada. Kalau sudah terjadi, maka akan memakan biaya dan waktu yang luar biasa,” tegasnya.

Alexander mengapresiasi kesiapan Pemkab Bengkulu Tengah untuk bersinergi. Ia berharap kolaborasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan program konkret agar edukasi dan pencegahan narkoba menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk di tingkat desa.(Aisya)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.