Comeback Gila Real Madrid! AS Roma Dibuat Tak Berdaya, Mourinho Ungkap Kunci Kebangkitan Los Blancos

oleh -74 Dilihat
oleh
Real Madrid merayakan kebangkitan dramatis saat menghadapi AS Roma di Liga Champions 2026–2027. Gol-gol pada menit akhir menjadi penentu kemenangan Los Blancos setelah sempat berada dalam tekanan lawan.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Real Madrid menunjukkan mentalitas juara setelah bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan AS Roma dalam lanjutan Liga Champions UEFA 2026–2027. Kemenangan dramatis tersebut menjadi sorotan setelah Los Blancos membalikkan keadaan melalui rentetan gol pada menit-menit akhir pertandingan.

AS Roma sempat berada di atas angin berkat gol Marten de Roon pada menit ke-20 serta dua gol Donyell Malen pada menit ke-51 dan ke-57. Namun, Real Madrid perlahan menemukan ritme permainan sebelum melancarkan serangan bertubi-tubi yang mengubah jalannya pertandingan.

Kylian Mbappe mencetak gol pada menit ke-25 untuk menjaga asa Real Madrid. Carlos Espi kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-83, disusul gol Endrick dua menit berselang. Antonio Rudier melengkapi kebangkitan Madrid melalui gol pada menit ke-90.

Hasil tersebut mengantarkan Real Madrid menempati posisi kedelapan dengan koleksi enam poin. Sementara itu, AS Roma tertahan di peringkat ke-25 dengan satu poin. Pada pertandingan berikutnya, Roma dijadwalkan menjamu Slovan Bratislava, sedangkan Madrid menghadapi RB Leipzig.

Usai pertandingan, Jose Mourinho menilai duel tersebut menghadirkan dua situasi yang sangat berbeda. Menurutnya, AS Roma mampu mengendalikan permainan pada sebagian besar laga, tetapi kehilangan kendali ketika pertandingan memasuki fase akhir.

“Pertandingan ini seperti dua laga dalam satu: satu ketika Roma unggul dalam segala aspek, dan 20 menit terakhir ketika Real Madrid tidak terbendung,” ujar Mourinho, dikutip dari UEFA, Kamis (15/10/2026).

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti pergerakan Matias Soule di sektor sayap yang membuat pertahanan timnya kesulitan mengantisipasi keunggulan jumlah pemain lawan.

Mourinho menilai intensitas permainan Roma sulit dipertahankan selama 90 menit. Ketika stamina lawan menurun, Madrid mampu meningkatkan tekanan dan memaksimalkan peluang untuk membalikkan keadaan.

Mourinho turut memberikan perhatian khusus kepada Endrick yang dinilainya memiliki potensi besar. Penyerang muda tersebut dianggap mampu memanfaatkan kelelahan pemain belakang Roma dan menghadirkan ancaman nyata pada fase krusial pertandingan.

“Saya tahu bakat yang dimilikinya. Saya juga mengatakan kemarin bahwa dia akan tetap bersama kami dan kami akan mengembangkannya,” kata Mourinho.

Ia menambahkan, lini pertahanan Roma semakin kesulitan membendung pergerakan pemain Madrid setelah menit ke-70. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Los Blancos mengambil alih kendali permainan.

Di kubu lawan, Gian Piero Gasperini menyayangkan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. Ia menilai Roma kehilangan konsentrasi ketika menghadapi situasi bola mati, terutama menjelang akhir pertandingan.

“Kami terhenti tepat di garis finis dengan cara yang paling tidak terduga. Dalam situasi tendangan sudut, kami benar-benar pasif,” ujar Gasperini.

Menurutnya, Roma sebenarnya memiliki peluang untuk menambah gol dan mengamankan kemenangan. Namun, kelengahan pada menit-menit akhir membuat keunggulan yang telah dibangun sepanjang pertandingan sirna.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Roma menjelang laga berikutnya. Sebaliknya, Real Madrid memperoleh momentum penting berkat kebangkitan dramatis yang memperlihatkan ketajaman serangan sekaligus daya juang mereka hingga peluit akhir.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.