Bengkulu Matangkan Ekstensifikasi Sawit: 6.064 Hektare Lahan di Rejang Lebong Disiapkan Dukung Program B50

oleh -15 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Bengkulu Mian memimpin rapat koordinasi ground check teknis program ekstensifikasi kelapa sawit di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (23/9). Sebanyak 6.064,16 hektare lahan di Rejang Lebong dipetakan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan program biodiesel B50.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIINFOBERITA.COM,- Program ekstensifikasi kelapa sawit sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan energi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah pemetaan potensi lahan seluas 6.064,16 hektare di Kabupaten Rejang Lebong.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Ground Check Teknis Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai II, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (23/9) pagi.

Rapat dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita. Turut hadir Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Iim Mucharam, serta Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin.

Dalam pemaparan PTPN IV, potensi lahan seluas 6.064,16 hektare tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong. Rinciannya, Kecamatan Kota Padang seluas 3.229,58 hektare, Sindang Beliti Ulu 993,89 hektare, Sindang Beliti Ilir 910,07 hektare, serta kawasan Binduriang dan Sindang Kelingi seluas 930,62 hektare.

Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin menjelaskan, potensi lahan ekstensifikasi tersebut sebelumnya telah melalui proses pemetaan dan koordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami sebelumnya mendapatkan potensi ekstensifikasi kelapa sawit sebesar 6.064,16 hektare di Bengkulu yang merupakan areal HPL,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan Pemprov Bengkulu serius mendukung program ketahanan energi nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50.

“Sama-sama kita ketahui program prioritas Pak Presiden terkait dengan ketahanan energi, pengembangan B50. Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun,” kata Mian.

Menurut Mian, selain memiliki produksi CPO yang cukup besar, Bengkulu juga menunjukkan progres dalam program peremajaan atau replanting kelapa sawit yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat.

“Bengkulu ini juga sukses dalam menjalankan program pusat replanting. Progresnya nomor dua terbaik di Indonesia,” bebernya.

Program ekstensifikasi kelapa sawit di Rejang Lebong ini menjadi langkah strategis Pemprov Bengkulu dalam memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penyangga utama program biodiesel B50.

Dengan ketersediaan lahan potensial dan produksi CPO yang tinggi, Bengkulu diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mengurangi ketergantungan nasional terhadap impor solar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit di daerah.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.