Tak Ingin Sampah Menumpuk di TPA, Bupati Zurdi Nata Optimalkan TPS3R Berbasis Masyarakat

oleh -5 Dilihat
oleh
Bupati Kepahiang Zurdi Nata saat memantau revitalisasi TPS3R di Desa Bandung Jaya, Senin. Ia mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat demi menekan volume TPA dan menciptakan nilai ekonomi bagi warga desa.-Foto : Ansori/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Bupati Kepahiang, Provinsi Bengkulu, H. Zurdi Nata, secara resmi mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R berbasis pemberdayaan masyarakat. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri agenda revitalisasi kinerja TPS3R menuju zero waste di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, pada Senin (14/9). Dalam kesempatan itu, Zurdi Nata menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap residu rumah tangga.

“Kita harus segera mengubah mindset tentang sampah. Sebelum dibuang ke TPA, sampah wajib diolah terlebih dahulu mulai dari lingkungan rumah tangga,” tegas Bupati di hadapan warga.

Ia menjelaskan, manajemen sampah yang ideal harus dimulai dari sumbernya. Masyarakat perlu dibiasakan memilah residu berdasarkan kategorinya, yakni organik, plastik, dan residu sisa. Sampah organik dapat disulap menjadi pupuk kompos bernilai guna untuk sektor pertanian. Sementara itu, sampah plastik berpotensi didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

“TPS3R adalah wadah pengolahan sampah di tingkat desa. Apabila dikelola secara profesional, sampah akan memiliki nilai ekonomi dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Zurdi.

Lebih lanjut, Bupati menilai produksi kompos dari sampah organik merupakan solusi cerdas bagi para petani di tengah melambungnya harga pupuk kimia bersubsidi. Sehingga, isu lingkungan berhasil disulap menjadi aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.

Zurdi berharap, revitalisasi ini mampu memperkuat partisipasi warga dari hulu ke hilir. “Jika sampah sudah diolah dari rumah dan desa, beban TPA pasti berkurang drastis,” tambahnya. Ia juga mengimbau agar TPS3R tidak sekadar menjadi tempat penampungan, melainkan pusat daur ulang yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang, Sumi Fitriani, menambahkan bahwa penguatan TPS3R merupakan komitmen pemerintah daerah mewujudkan Kepahiang zero waste. Acara tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Pembangunan Musi Dayan serta Camat Kabawetan, Ansori.

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Dengan adanya bank sampah dan unit pengolahan, para ibu PKK serta pemuda karang taruna dapat turut serta mengelola potensi limbah menjadi rupiah. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program lingkungan hidup yang tidak hanya berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi sungguh memberikan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat Kepahiang ke depannya. Pemerintah daerah akan terus mendampingi serta memberikan pelatihan teknis agar setiap desa memiliki kemandirian dalam mengolah limbah rumah tangga secara mandiri dan bertanggung jawab demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan sangat produktif untuk masa depan generasi penerus bangsa Indonesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.