KLIKINFOBERITA.COM,- Di tengah gempuran era digital yang sering membuat anak-anak terjebak dalam gaya hidup minim gerak (sedenter), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah mengambil langkah proaktif. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), mereka menyasar jantung pendidikan, yaitu sekolah, sebagai basis utama perubahan perilaku. Salah satu aksi nyatanya adalah kampanye intensif yang digelar di Sekolah Dasar (SD) 10 Benteng.
Ini bukan sekadar seremoni belaka. Dinkes, melalui Bidang Promosi Kesehatan (Promkes), hadir dengan pendekatan yang menyenangkan namun bermakna. Kegiatan dibuka dengan senam pagi bersama yang penuh energi. Tujuannya jelas: mematahkan kebiasaan malas bergerak dan membangun “memori otot” agar aktivitas fisik menjadi bagian alami dari rutinitas harian anak-anak.
Setelah tubuh bugar, suasana dilanjutkan dengan sesi edukasi interaktif. Materi disampaikan dengan bahasa yang akrab di telinga pelajar, mencakup tiga pilar utama:
1. Nutrisi Seimbang: Pentingnya makan makanan bergizi.
2. Higiene Personal: Menjaga kebersihan diri.
3. Lingkungan Bersih: Peran siswa dalam menjaga kebersihan sekitar.
Yusvera, S.ST, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bengkulu Tengah, yang mewakili Kepala Dinkes Barti Hasibuan, SKM, M.AP, menekankan bahwa sekolah adalah lahan subur untuk menanamkan kesadaran kesehatan.
“Kami sengaja menyasar usia sekolah karena di sinilah kebiasaan positif paling mudah dibentuk. Dengan membekali pelajar pengetahuan praktis tentang GERMAS dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kita sedang menyiapkan agen perubahan bagi masa depan,” ungkap Yusvera di lokasi kegiatan.
Ia juga menyoroti dampak domino dari gaya hidup sehat ini. Selain tubuh yang lebih bugar dan tahan penyakit, siswa yang aktif bergerak dan terjaga nutrisinya terbukti memiliki konsentrasi belajar yang lebih tajam serta prestasi akademik yang lebih baik. Dengan kata lain, GERMAS di sekolah adalah investasi cerdas untuk sumber daya manusia daerah.
Rencana ke depan, Dinkes akan terus meluaskan jangkauan kampanye ini ke berbagai SD dan SMP di Kabupaten Bengkulu Tengah. Harapan besarnya sederhana namun mulia: agar pesan kesehatan tidak berhenti saat acara usai, melainkan meresap menjadi budaya. Para pelajar didorong menjadi duta kesehatan yang menginspirasi teman sebaya, keluarga, hingga masyarakat luas.
Melalui sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan ini, Bengkulu Tengah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara fisik, bebas dari penyakit preventif, dan siap menghadapi masa depan yang gemilang.(adv)







