KLIKINFOBERITA.COM,- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) melalui perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu memperkuat kerja sama dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu untuk mempercepat program pendidikan kependudukan dan kesehatan reproduksi.
Koordinasi dipimpin Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat.; Ketua Tim Kerja 2 Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P.; serta Ketua Tim Kerja 3 Pembangunan Keluarga, Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Yuliarma Yenni, S.Pd., M.Pd., pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Rangkaian pembicaraan difokuskan pada persiapan pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), finalisasi materi sosialisasi, serta pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya. Selain itu, tim membahas pelaksanaan sosialisasi Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 dan rencana pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di lingkungan sekolah tersebut.
Pertemuan turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha dan guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang ditunjuk sebagai pembina PIK-R. Mereka bersama tim BKKBN secara teknis menyusun modul sosialisasi, mekanisme seleksi pendidik sebaya, serta jadwal pelatihan dan evaluasi program agar pelaksanaan berjalan sistematis dan terukur.
Agus Veriansyah menekankan pentingnya informasi yang akurat dan ramah remaja untuk mencegah disinformasi seputar kesehatan reproduksi. “Pelibatan pendidik dan konselor sebaya akan meningkatkan akses remaja terhadap layanan informasi yang terpercaya,” ujarnya.
Yuliarma Yenni menyambut baik inisiatif itu dan menyatakan sekolah siap menjadi pilot project untuk implementasi PIK-R dan SSK. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak dan remaja.
Langkah koordinasi ini menjadi langkah awal menuju integrasi pendidikan kependudukan dan kesehatan reproduksi di jenjang pendidikan setempat, dengan target memperkuat kesiapan remaja dalam perencanaan kehidupan berkeluarga.







