Harga Emas di Indonesia Turun Tipis, Pengaruh Kurs dan Pergerakan Global

oleh -42 Dilihat
oleh
Harga emas turun tipis hari ini. Investor ritel berburu gram kecil; buyback stabil. Pantau kurs rupiah dan spread harga sebelum membeli untuk keputusan yang lebih bijak.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas di pasar domestik tercatat turun tipis pada Sabtu, 8 Agustus 2026, seiring tekanan pelemahan harga troy ons global dan fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Meski demikian, emas batangan merek Antam dan beberapa platform digital masih diminati sebagai instrumen lindung nilai oleh investor ritel.

Berdasarkan pantauan pasar pukul 03.45 WIB, harga emas Antam (Logam Mulia) untuk gramasi 1 gram berada di kisaran Rp2.640.000 hingga Rp2.679.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS tercatat Rp2.518.000 per gram. Harga emas digital dan rata‑rata pasar berada di rentang Rp2.482.000 hingga Rp2.566.000 per gram. Untuk buyback, beberapa platform melaporkan harga pembelian kembali di kisaran Rp2.482.000–Rp2.515.000 per gram.

Pergerakan harga lokal tidak lepas dari dinamika pasar internasional. Harga troy ons emas dunia tercatat berada di sekitar US$4.246 per ons, mempengaruhi patokan domestik setelah dikonversi ke rupiah. Selain itu, kurs rupiah terhadap dolar AS menunjukkan volatilitas, sehingga setiap penguatan dolar cenderung menekan harga emas dalam rupiah.

Pakar pasar modal dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Saputra, mengatakan bahwa faktor eksternal dan sentimen investor masih dominan. “Ketidakpastian di pasar keuangan global serta kebijakan moneter utama mempengaruhi aliran modal ke aset safe haven seperti emas. Namun di level domestik, pergerakan kurs dan biaya pajak juga menentukan harga akhir yang diterima konsumen,” ujarnya ketika dihubungi via telepon.

Selain itu, beban pajak juga turut memengaruhi harga fisik. Pembelian emas batangan kerap dikenai PPh final berkisar 0,25% hingga 0,9% tergantung kebijakan pelaporan penjual dan pembeli. Biaya tambahan seperti ongkos cetak dan sertifikat juga membuat selisih antara harga dasar dan harga yang dibayar konsumen di toko fisik.

Para pedagang emas skala kecil di Pasar Asemka, Jakarta, melaporkan arus permintaan yang stabil dari pembeli ritel, terutama untuk gramasi kecil 0,5–5 gram. Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Pembeli masih mencari gram kecil karena likuiditasnya lebih mudah saat butuh dana. Harga sempat naik minggu lalu, lalu berfluktuasi sekarang konsumen menunggu peluang beli.”

Data historis menunjukkan bahwa harga emas Antam masih sekitar 17,83% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) yaitu Rp3.168.000 per gram yang dicatat pada 29 Januari. Pergerakan jangka pendek diprediksi akan mengikuti sentimen global, sementara investor jangka panjang menilai emas tetap menarik sebagai diversifikasi portofolio.

Bagi konsumen yang ingin memantau lebih rinci, harga dasar, harga setelah pajak, serta harga buyback per gram dan per gramasi lebih besar (misal 5 gram, 10 gram, 100 gram) tersedia pada situs resmi produsen dan platform perdagangan emas digital. Pengamat menyarankan pembeli memperhatikan spread antara harga jual dan buyback serta biaya tambahan sebelum bertransaksi.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.