Ekspor Naik, Pendapatan Turun: Gambaran Harga Kopi Vietnam per 7 Agustus 2026

oleh -53 Dilihat
oleh
Petani kopi memanen biji di Dataran Tinggi Tengah, menghadapi harga yang turun sementara volume ekspor naik perjuangan dan harapan untuk pasar baru yang bisa mengangkat nilai komoditas.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Vietnam mencatat peningkatan volume ekspor kopi pada tujuh bulan pertama 2026, namun pendapatan turun signifikan akibat anjloknya harga rata-rata ekspor. Data resmi menunjukkan dinamika pasar yang menunjukkan tekanan pasokan global dan pergeseran permintaan di beberapa pasar utama.

Menurut laporan Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup dan Tạp chí Công thương, pada periode Januari–Juli 2026 Vietnam mengekspor sekitar 1,2 juta ton kopi dengan nilai mencapai US$5,45 miliar. Volume ini naik 10,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tetapi nilai ekspor turun 11,2 persen.

Pada Juli 2026 sendiri, ekspor mencapai sekitar 147,6 ribu ton dengan pendapatan senilai US$639,5 juta. Penurunan nilai total meski volume meningkat terutama disebabkan oleh turunnya harga ekspor rata-rata menjadi sekitar US$4.537 per ton, atau turun 19,9 persen dari tahun sebelumnya.

“Kondisi ini mencerminkan tekanan pasokan global, terutama dari negara produsen besar seperti Brasil, sementara permintaan belum pulih secara proporsional,” kata analis pasar komoditas yang meninjau data perdagangan. Penurunan harga rata-rata menekan pendapatan meskipun volume penjualan meningkat.

Pasar tujuan utama Vietnam tetap Jerman, Italia, dan Jepang, masing-masing menyumbang 13,5 persen, 7,9 persen, dan 7,2 persen dari total pangsa ekspor. Namun, nilai ekspor ke ketiga negara ini tercatat turun masing-masing 20,9 persen, 6,5 persen, dan 9 persen, yang menunjukkan bahwa meski pangsa pasar relatif stabil, harga jual yang lebih rendah mengurangi devisa negara.

Di sisi lain, China mencatat pertumbuhan nilai ekspor paling signifikan di antara 15 pasar teratas, melonjak 76,1 persen year-on-year. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi ekspor Vietnam, mengingat peningkatan konsumsi kopi di pasar domestik China. Sementara itu Malaysia mengalami penurunan nilai ekspor paling tajam, yaitu 23,7 persen.

Perkembangan harga di bursa internasional juga mencatat koreksi turun pada 7 Agustus 2026. Di London, kontrak berjangka kopi Robusta untuk pengiriman September 2026 turun US$93 per ton menjadi US$3.798 per ton, sedangkan kontrak November turun US$97 menjadi US$3.787 per ton. Di New York, kontrak Arabika untuk pengiriman September turun 5,25 sen AS per pon menjadi 321,65 sen AS per pon, dan kontrak Desember turun 5,35 sen menjadi 306,10 sen AS per pon.

Di pasar domestik Dataran Tinggi Tengah, harga kopi juga terkoreksi turun serentak. Per 7 Agustus 2026, harga rata-rata tercatat berkisar sekitar 97.400 VND per kilogram. Di provinsi Dâk Lăk dan Gia Lai, harga turun 1.500 VND per kilogram menjadi 97.300 VND/kg, sedangkan di Lam Dong berada pada kisaran 96.800–97.500 VND/kg setelah penurunan serupa.

Catatan: Harga domestik bersifat referensi dan dapat berbeda menurut lokasi, metode pengiriman, dan volume transaksi. Pelaku usaha dianjurkan mengonfirmasi langsung dengan distributor atau pengumpul setempat untuk data harga terkini.

Dengan kondisi ini, pelaku industri kopi Vietnam menghadapi tantangan dua sisi: meningkatkan volume penjualan untuk meredam tekanan harga, dan mencari pasar bernilai tambah yang mampu menyerap produksi tanpa menurunkan harga secara drastis.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.