Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 4,3 Hingga 5,1 Persen Prediksi Bank Indonesia

oleh -38 Dilihat
oleh
Press Conference di Kantor Bank Indonesia (BI) Bengkulu (30/4/24). Darjana Kepala Kantor (BI) Bengkulu menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Foto :(Man/KlikInfoBerita)

KLIKINFOBERITA.COM, — Press Conference di Kantor Bank Indonesia (BI) Bengkulu, (30/4/24). menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi Bengkulu mencapai angka 4,3 persen hingga 5,1 persen meningkat dari pertumbuhan Triwulan pertama yang angkanya mencapai 3,9 persen hingga 4,5 persen.(30/4/24) jam 17.00 wib

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Darjana, memberikan penjelasan hasil Rapat Dewan Gubernur se Indonesia (RDG) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu dihadapan insan pers, Selasa siang (30 April 2024) Foto :(Man/KlikInfoBerita)

Darjana, juga menjelaskan, peningkatan ini terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Alaku

Pemberian THR secara penuh kepada ASN, penyaluran bantuan sosial, serta periode libur panjang Lebaran telah berperan penting dalam meningkatkan konsumsi masyarakat. Ini merupakan salah satu pendorong utama dari perkiraan peningkatan ekonomi kami.” ujarnya.

dari sektor lapangan usaha, ujar durjana terjadi peningkatan kinerja di sektor transportasi dan pergudangan yang dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Selain itu, sektor perdagangan juga menunjukkan peningkatan signifikan sejalan dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga.”Sektor pertanian juga menunjukkan prospek yang baik dengan masuknya masa panen, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekonomi daerah,” paparnya.

Peluang ekonomi yang muncul meliputi kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) akibat konflik antara Iran dan Israel, serta peningkatan harga batu bara secara global yang mendorong kinerja ekspor, terutama ke negara-negara seperti China dan India.

tetapi, ada beberapa tantangan yang dihadapi, termasuk potensi bencana alam yang bisa berdampak pada gagal panen dan juga menghambat proses distribusi, berdampak pada kinerja sektor perdagangan dan transportasi. Lalu, terjadinya pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai dan dinamika politik dalam negeri seperti pemilihan umum, juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, khususnya ekspor.
Mengenai pengeluaran, Darjana menekankan, adanya peningkatan konsumsi rumah tangga terutama dipicu oleh permintaan tinggi selama HBKN, dan diharapkan dapat berdampak positif terhadap sektor-sektor lainnya seperti pertanian dan industri pengolahan.

Menyikapi risiko-risiko yang ada, seperti fenomena El Nino yang diperkirakan berakhir pada April 2024 dan dapat menahan pertumbuhan sektor pertanian, serta kondisi ekonomi global yang tidak merata, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi-strategi responsif.(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.