Asal usul monumen Kuburan Masal, di komplek Makam Soenan Ampel

oleh -47 Dilihat
oleh

Klikinfoberita.com, – Kecelakaan Pesawat Jemaah Haji Indonesia di Srilanka Tahun 1974S URABAYA-SRI LANKA – ARAB SAUDI 1974 Pesawat Indonesia jatuh di Sri Lanka

Desember tahun ini akan menjadi 48 tahun Penerbangan Martinair 138 adalah penerbangan charter dari Surabaya, Indonesia, ke Kolombo, Sri Lanka.

Alaku

Pesawat dioperasikan atas nama Garuda Indonesia. Pada tanggal 4 Desember 1974, pesawat, McDonnell Douglas DC-8-55CF, menabrak gunung sesaat sebelum mendarat, menewaskan semua 191 orang di atas pesawat – 182 jemaah haji Indonesia menuju Mekah, dan 9 anggota awak.

Kawasan Makam Sunan Ampel di Surabaya penuh sesak. Para peziarah berduyun-duyun memasuki area makam.

Di kompleks ini pula terdapat sebuah makam para “syuhada” haji, korban kecelakaan pesawat di Kolombo, Srilanka, tahun 1974. Batu nisannya terbuat dari pualam dan berukirkan nama 182 korban yang berasal dari berbagai daerah. Meski tertulis 182 nama, yang dikuburkan di dalamnya hanyalah delapan bagian anggota tubuh yang berhasil ditemukan dan tak dikenali identitasnya, sebagai simbol seluruh korban. Sebagian besar jenazah dimakamkan secara massal di Maskeliya, Srilanka, termasuk tujuh awak asal Belanda.

Beberapa minggu setelah kecelakaan pesawat ini, pemerintah Indonesia membangun monumen, sekitar 400 meter dari tebing tempat kecelakaan terjadi. Dan Monumen Kuburan Masal Di Komplek Makam Soenan Ampel Soerabaja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.